oleh

SPMT PUSKESMAS LEE MENJADI PENGHAMBAT PEMBAYARAN GAJI PTT

BERITAMORUT.COM- Puskesmas (PKM) Lee Kecamatan Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara belum memasukan SPMT sampai hari ini ke Dinas Kesehatan, sebagai persyaratan pengajuan permintaan pembayaran gaji tenaga kesehatan PTT yang terlambat sejak januari 2020.

Hal ini disampaikan oleh bendahara Dinas Kesehatan Morut, Citra kepada media ini (15/4), “Kemarin PKM Baturube,pandauke,kodal,dan ini baru masuk juga hari ini, tinggal PKM Lee yang belum masuk sampe hari ini . Dan ini kami sementara verifikasi berkasnya baru di input, kalau sudah fiks semua baru di antar ke keuangan BPKAD untuk di proses pembayarannya dengan SP2D. Jadi di mohon kesabarannya ,karna proses gaji semua harus lengkap”, ujar Citra sapaan akrab bendahara.

Citra juga menambahkan, kondisi ini menyebabkan gaji tenaga PTT belum bisa di proses, karna sampai saat ini SPMT dan berkas persyaratan pembayaran gaji sebagian tenaga PTT belum lengkap, dan sekarang kami masih menunggu berkas mereka yang belum lengkap. Rencana hari jumat tanggal 17 kalau berkas mereka sudah terkumpul semua di dinkes, baru kami akan proses gaji PTT bulan januari sampai maret 2020, ujar Bendahara ini.

Sementara itu Kepala PKM Lee, Trisjawati Toparena, SKM yang kami hubungi via telpon belum dapat tersambung. Sebelumnya, Saat melakukan konfirmasi keluhan tenaga kontrak setiap PKM, Trisjawati membaca pesan whatshap (tercentang), tetapi tidak merespon pertanyaan wartawan.

Kadis Kesehatan Morut Delnan Lauende yang kami konfirmasi, belum bisa memberikan keterangan karna sedang mengikuti rapat recofusing/realokasi anggaran, Kepala Dinas Kesehatan Morut, harus melakukan evaluasi kinerja terhadap bendahara Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas Lee, serta jajarannya di tiap PKM, yang tidak memperhatikan persoalan hak tenaga kontrak, bahkan PTT sudah jelas sekali mengeluh, harus hidup dari berhutang di kios untuk tetap bertugas ditengah upaya pencegahan wabah covid-19.

Upaya maksimal mencegah wabah covid-19, jangan menjadikan tenaga PTT yang paling depan berjuang, lalu mengabaikan hak mereka.

 

Hendly Mangkali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed