oleh

DUKA DAN LANGKAH TERTATIH MORUT DITENGAH BADAI COVID-19

BERITAMORUT.COM, (OPINI)-

DUKA DAN LANGKAH TERTATIH MORUT DITENGAH BADAI COVID-19

Penulis: Heandly Mangkali

Kabupaten kami Morowali Utara (Morut), begitu terpukul, kaget, dan rasanya tak percaya akan apa yang sedang terjadi, tetapi Takdir Tuhan Yang Maha Kuasa telah ditentukan, Pendemi covid-19 yang jauh terdengar disana, kini terjadi persis di pelupuk mata, menguras semua energi emosional, kala kata tak bisa terucap, hanya tetesan air mata yang tak henti, saat sosok Bupati Morut, Almarhum Aptripel Tumimomor meninggal dunia tanggal 2 April 2020, dan beberapa hari kemudian dinyatakan positif covid-19.

Morut kehilangan sosok pemimpin yang sabar, disebuah warung kopi di kolonodale almarhum pernah berucap kepada kami, “Pemimpin dilarang tersinggung”. Tenanglah disana pak ipe, Selamat PASKAH.

Kini langkah Morut harus tertatih, saat 8 orang warganya yang ikut dalam rombongan dinyatakan positif covid-19, melalui hasil SWAB.

Langkah strategis melalui satgas covid-19, dan Plt. Bupati Morut dilakukan, membatasi aktivitas diluar rumah, melakukan penyemprotan hampir disemua titik, dari Pemuda desa karang taruna, Pemdes, TNI POLRI dan Petugas Kesehatan jadi gugus terdepan melakukan pencegahan wabah covid 19.

Bayang bayang kecemasan akan wabah terus menghantui, disisi lain kehidupan sosial ekonomi mulai terasa berat, dimana harga bahan pokok mulai melonjak naik, Belum diketahui berapa anggaran Daerah Yang akan digelontorkan untuk wabah ini, di beberapa desa para Kades berjuang untuk mengatur masyarakat melalui ide masing masing, dimana kelangkaan bahan harus diantisipasi. Saat kami tengah tertatih, banjir datang dan merendam beberpa warga dan perkebunan, akses jalan putus dan hanya dilalui lewat perahu kayu, terasa pedih dan cemas, tetapi kaki harus tetap melangkah.

Setiap orang luar yang bertemu kami warga Morut bertanya, bagaimana disana, apa yang terjadi, langkah apa, bagaimana mereka yang positif, dimana mereka,,,?? dan entah berapa banyak pertanyaan lagi yang selalu kalian tanyakan, saat semua melihat kami sedang berduka, dan tidak bisa berjalan sendiri, kami tertatih,,!!! Akses bahan baku masuk perbatasan justru jadi kendala, bahkan susah, ketakutan kepada virus ini menjadi dominan menggerakan nurani kita, bahkan membuat sisi kemanusiaan kita tidak terusik,

Morut kuat, Morut Pasti Bisa, DPRD, dan Pemda, Polres Morut, TNI dan semua pihak kerja ekstra melewati badai ini, semua berucap lelah dalam semangat, tak terasa sebentar lagi kita akan masuk Bulan Puasa, Bulan Suci Ramadhan, perjuangan semua pihak adalah Ibadah, semoga setiap amal baik kita, akan memberikan kita semua pahala, dan menjadikan kita kuat dan terlebih sehat, bisa lepas dari wabah ini, trima kasih semua yang berjuang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed