oleh

Kades Tamainusi Diduga Jadi Aktor, Dari Urusan Rampas Tanah Sampai Rampas Sapi Kurban

-BERITA MORUT-1.723 views

Kades Tamainusi Diduga Jadi Aktor, Dari Urusan Rampas Tanah Sampai Rampas Sapi Kurban

BERITAMORUT.COM- Kepala Desa (Kades) Tamainusi Akhlis dengan sejumlah dugaan “permainannya” mulai dari penjualan lahan warga kepada PT.H.I, Persoalan jalan tani yang bersumber dari 2 anggaran, sampai berselisih dengan pengurus Masjid karena persoalan Sapi Kurban pada perayaan idul adha 1442 Hijriah.

Dalam kasus dugaan penjualan tanah kepada PT. HI berikut terungkap fakta sejumlah peran Kepala desa saat transaksi penjualan tanah:

▪︎Kepala desa Tamainusi dalam transaksi penjualan tanah dengan PT.H.I dengan cara membawa pasangan suami istri dan KK serta foto copy KTP bagi yang sudah berkeluarga sebagai syarat penjualan tanah kepada pihak perusahaan.

▪︎Dalam transaksi penjualan tanah tersebut masyarakat hanya tau menandatangani persyaratan penjualan tanah kepada pihak perusahaan tanpa pernah menunjukan surat bukti kepemilikan kepada pihak penjual.

▪︎Harga penjualan tanah berkisar antara 70 sampai 80 juta perkavling. Dan penjual hanya menerima setengah dari jumlah yang ditanda tangani.
Dalam data yang disampaikan oleh warga kepada media ini banyaknya penerbitan Surat Kepemilikan Tanah (SKT) yang dilakukan kepala desa Tamainusi.

Dalam pembuatan jalan tani yang sebenarnya dibuat oleh Perusahaan SBC, kades mengklaim itu kegiatan dana desa,

“Tentang jalan tani yang diklaim di danai oleh dana desa. Tapi yang buat jalan itu sebenarnya pihak perusahaan SBC,” ujar salah satu warga.

Saat momentum Idul Adha 1442 H dimana masyarakat harusnya bisa saling berbagi dan menjaga silaturahmi. Kades Tamainusi justru berulah mengambil paksa sapi kurban dari tangan pengurus Masjid AN-NUR Tamainusi.

“Saya disampaikan melalui pak RT, pak RT datangi saya dirumah…Saya tanya kenapa tidak melalui pemerintah..Bahasanya itu pak RT di amanatkan, ditujukan kepada pengurus masjid karena dari pihak perusahaan mau mengamanatkan kepada pengurus masjid. Makanya saya keluar mau ambil itu serah terimanya di Kolonodale hari minggu, disitu juga diambil dokumentasi dari perwakilan perusahaan, diambil videonya bahwa pemberian hewan kurban diserahkan kepada pengurus masjid Tamainusi bukan pemerintah desa. Itu kemarin pemerintah rampas tanpa kami bisa berbuat apa-apa saat sapi akan dibawah ke Tamainusi pakai perahu. Dari pelabuhan dia ambil bawa pigi ke rumahnya katanya sudah telpon dengan pihak perusahaan, yang tarik kaur 1 dengan hansip ada kepala desa di belakangnya, sempat kami baku ambil itu dengan kades, dia ngotot jadi saya mengalah dan saya sampaikan silahkan ambil kalau saya bersalah saya minta maaf. Saya kasih tinggal karena sudah agak ribut-ribut. Makanya tadi kekecewaannya masyarakat sampai ke pelaksanan sholad Id, masyarakat memilih sholad Id ditempat lain. Pemotongan hewan kurban pun pengurus masjid tidak tau tadi, hanya mereka-mereka saja kades dan kaurnya,”ujar Pengurus Masjid Via telpon (20/7)

Kepala Desa Tamainusi yang kami konfirmasi via sambungan telpon tidak menjawab, dan melalui pesan whatshap mengatakan sedang sibuk,

“Maaf saya lagi sibuk banyak tamu pak,” tulis Kades (20/7).**(Foto illustrasi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed