oleh

Anggota Komisi II Pertanyakan Sikap Perindakop Morut Soal Penyelesaian Masalah Pasar Beteleme

Anggota Komisi II Pertanyakan Sikap Perindakop Morut Soal Penyelesaian Masalah Pasar Beteleme

 

BERITAMORUT.COM- Persoalan pasar Beteleme yang menjadi sorotan karena dugaan terjadi pungutan liar, serta sejumlah persoalannya membuat Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindakop) kabupaten Morowali Utara (Morut) dan sejumlah pihak terkait mengadakan pertemuan pada hari jumat 11 juli 2021 di Beteleme kantor Kecamatan Lembo, dalam rapat tersebut menghasilkan sejumlah keputusan, yang membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Morut Indrawati Balirante bereaksi mengkritik sikap Dinas Perindakop,

“Terkait pasar Beteleme ada apa sehingga tidak melibatkan DPRD dalam rapat tersebut, dalam tugas kami melekat fungsi pengawasan.
Bukan habis masalah di atas meja. DPRD yang sudah turun langsung ke lapangan dan mendengar keluhan masyarakat. Sebagai wakil rakyat saya jadi prihatin. Ada hal lain yang perlu di selesaikan terkait kebutuhan mereka untuk membuat pintu tambahan masuk los pasar baru tersebut. Itu urgent. Saya ditelpon sama pedagang pasar kapan dibuat pintunya. Saya hanya menjawab sabar ya. Karena dari Kadis Perindagkop sendiri yang mengatakan akan mengurus semuanya termasuk menyurat di kementerian,”ujar Iin Balirante sapaan akrab kader Perindo kepada media ini (20/7)

Indrawati Balirante, SE adalah anggota komisi II DPRD Morut yang mempunyai tanggung jawab terhadap persoalan perdagangan termasuk pasar. Ketua komisi II Jeffisa Putra sebelumnya juga mengomentari pertemuan yang tidak di informasikan ke DPRD.

Persoalan Pasar di Kabupaten Morowali Utara sarat dengan permasalahan, namun sampai kini DPRD Morut seakan tidak bisa berbuat banyak. Bahkan di abaikan dalam pertemuan yang harusnya bisa hadir.**

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed