oleh

Kadis Perindakop Morut “Tutup Mata” Soal Pungli Pasar Beteleme

Kadis Perindakop Morut “Tutup Mata” Soal Pungli Pasar Beteleme

BERITAMORUT.COM- Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Perindakop) dan UKM Kabupaten Morowali Utara (Morut) Ridwan Nonci terkesan “tutup mata” terkait ulah petugas pasar baru Beteleme yang melakukan pungutan kepada para pedagang.

Dalam wawancara melalui sambungan telpon, Kadis mengaku tidak mengetahui soal pungutan pada pedagang di pasar Beteleme yang sudah berlangsung sejak tahun lalu, belum adanya penyerahan ke Pemda menjadi dalih minimnya kontrol dinas terhadap aktivitas perdagangan dalam pasar baru Beteleme,

“Pasar Beteleme itu yang APBN, yang belum diserahkan ke Pemda, itu tidak bisa ditarik retribusinya terkecuali untuk hal-hal yang bisa digunakan pedagang, ada kesepakatan pedagang tidak boleh masuk ke kas daerah, itu kesepakatan pedagang untuk angkat sampah, untuk listrik, untuk air tergantung pedagangnya,” ujar Ridwan Nonci via sambungan telpon (13/7)

Pedagang yang menggunakan loss

Pernyataan kadis Perindakop ini bertolak belakang dengan kenyataan dilapangan, menunjukan bahwa fungsi dinas perindakop dalam perdagangan khususnya bagi pelaku usaha kecil tidak berjalan,

Ridwan Nonci juga menambahkan bahwa karcis retribusi yang dikeluarkan dinas pendapatan itu Rp. 1000 per meter persegi, tergantung berapa meter tempat yang digunakan.

Sementara dilokasi pasar faktanya kami menemui sejumlah pedagang yang dimintai membayar mulai dari Rp. 25.000, kemudian yang membawa meja sendiri tetap dimintai membayar, dan yang menggunakan loss setiap petak diminta membayar Rp. 50.000 per bulan kepada setiap pedagang, anehnya mereka tidak diberikan bukti membayar dalam bentuk kwitansi.

Pedagang di emperan jalan tetap di minta membayar

Bahkan lebih mirisnya para pedagang yang berjualan dipinggiran jalan hanya menggunakan emperan pun tidak luput dari pungutan liar yang dilakukan oknum-oknum tertentu,

Dalam wawancara kami, Kadis Perindakop juga menyebutkan beberapa nama yang mengurusi pasar Beteleme, ungkapan Kadis ini menunjukan bahwa sesungguhnya dinas mengetahui ulah oknum yang Pungli di pasar Beteleme dan hanya “Tutup mata”.**

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed