oleh

Pedagang Berharap Polisi Segera Tangkap Pelaku PUNGLI Pasar Beteleme

Pedagang Berharap Polisi Segera Tangkap Pelaku PUNGLI Pasar Beteleme

 

BERITAMORUT.COM- Pedagang pasar Beteleme Kecamatan Lembo kabupaten Morowali Utara (Morut) siap jadi saksi, dan minta polisi segera tangkap pelaku pungutan liar yang selama ini meresahkan,

“Jika di panggil kami pedagang siap jadi saksi,” ungkap seorang pedagang kepada media ini.

Pungutan liar (PUNGLI) kepada para pedagang di Pasar Beteleme selama ini dilakukan oleh perorangan dengan mengambil keuntungan sendiri. Dari penelusuran media ini kepada para pedagang terungkap, bahwa PUNGLI yang disetor setiap pedagang sebesar Rp. 25.000 bila menggunakan tempat-tempat yang telah disediakan. Sementara bila para pedagang membawa meja jualan sendiri pun harus tetap menyetor dengan nilai yang sama. Pedagang yang barang dagangannya banyak pun akan dimintai dengan nilai bervariasi.

Dari informasi yang diperoleh media ini ternyata bukan cuma penjual di pasar yang di pungut biaya,tapi juga mobil-mobil box yang datang di pasar Beteleme, anehnya penarikan biaya ini dengan alasan retribusi pasar yang justru dilakukan oleh perorangan, dan dananya dikelolah secara pribadi.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali Utara pernah menyampaikan bahwa tidak boleh ada penarikan retribusi dalam pasar Beteleme. Regulasi terkait retribusi pasar juga tengah digodok oleh DPRD untuk memastikan pengaturan dalam menata pasar Beteleme.

Namun anehnya ada pihak-pihak yang menggunakan kesempatan untuk menarik iuran tersebut.

Kini kasus PUNGLI pasar Beteleme tengah di usut oleh Polres Morowali Utara. Harapan masyarakat pelaku PUNGLI segera ditangkap, apalagi saat ini ditengah wabah pandemi covid-19 dimana pedagang pun kesulitan dalam berjualan.**(Foto illustrasi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed