oleh

Telan Dana Rp 12 M, Bupati Minta Irigasi Ula Dimanfaatkan Maksimal.

Telan Dana Rp 12 M, Bupati Minta Irigasi Ula Dimanfaatkan Maksimal.

BERITAMORUT.COM- Bendung Irigasi Ula yang terletak di Desa Taronggo, Kecamatan Mamosalato, ditinjau Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, dan rombongan, Sabtu (12/6/2021).

Irigasi yang dibangun pada dua tahun anggaran yakni 2017 dan 2018 telah menghabiskan dana sebesar Rp 12 miliar. Dana itu berasal dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Jika berfungsi secara maksimal, irigasi ini diproyeksikan mengaliri seluas 2.315 areal persawahan di tiga desa yakni Desa Taronggo, Posangke dan Tokala Atas.

Areal yang sudah berfungsi seluas 300 hektar, areal potensial 1.015 hektar dan sekitar 1.000 hektar merupakan lahan sawit plasma yang tidak produktif milik masyarakat.

Sesuai perencanaan, lahan yang tidak produktif ini dapat dikonversi menjadi lahan pertanian tanaman pangan.

Setelah melihat langsung bendungan Irigasi Ula, Bupati Morut meminta kepada pihak terkait terutama PU dan Dinas Pertanian untuk membuat perencanaan yang komprehensif agar irigasi ini bermanfaat secara maksimal.

Bupati yakin kalau irigasi ini ditangani dengan baik, tiga desa yang dialiri akan jadi penghasil beras terbesar di daerah ini.

“Bendungan irigasi ini sangat potensial. Sumber airnya juga cukup. Harus dikelola dan dirawat dengan baik,” kata Bupati Delis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Morut, Agung Ponga, menjelaskan bendung Irigasi Ula ini masih membutuhkan biaya cukup besar.

Setidaknya masih dibutuhkan dana sekitar Rp 38,5 miliar untuk pekerjaan saluran dan babgunan pelengkap lainnya.

Wakil Ketua DPRD Morut, Muhammad Safri mengemukakan irigasi ini sangat penting dan sangat diharapkan masyarakat, terutama para petani di tiga desa yakni Taronggo, Posangke dan Tokala Atas.

Menurutnya, biaya pembangunan irigasi ini cukup besar. Oleh karena itu harus berfungsi secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.

Sesuai pengamatan di lokasi, bendungan irigasi ini cukup kokoh. Namun sebagian peralatannya seperti pintu air sudah hilang.

Tampak pula dalam peninjauan itu Wakil Bupati Morut H. Djira, sejumlah pimpinan OPD dan anggota DPRD Morut. (Ale/Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed