oleh

Morut berlimpah pasokan listrik; Tapi kenapa mati-mati lampu? Ini jawabannya.

Morut berlimpah pasokan listrik; Tapi kenapa mati-mati lampu? Ini jawabannya.

BERITAMORUT.COM- Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira, Kamis (3/6) malam memanggil Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT.PLN Kolonodale Desnar Sabudu dan timnya, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perhubungan serta lima orang camat yakni Lembo Raya, Lembo, Petasia, Petasia Barat, dan Petasia Timur.

Hanya lima camat yang diundang karena ruang lingkup layanan ULP Kolonodale di Morut hanya lima kecamatan tersebut, ditambah dua kecamatan di Morowali yakni Bumi Raya dan Witaponda. Hanya Camat Lembo yang tidak hadir. Sedangkan Kecamatan Soyo Jaya dilayani oleh ULP Tentena, Kabupaten Poso, sementara Kecamatan Bungku Utara dan Mamosalato oleh ULP Toili, Kabupaten Banggai.

Rapat koordinasi yang berlangsung selama dua jam mulai pukul 20.30 Wita itu dimaksudkan untuk mengetahui apa penyebab aliran listrik ke pelanggan di Morut masih mati-hidup atau sering terjadi pemadaman.

“Coba tolong pak PLN informasikan ke kita mengapa listrik masih sering padam. Kasihan kita ini (Pemda dan PLN) selalu dicerca masyarakat kalau mati lampu dan bagaimana jalan keluarnya,” kata H Djira yang didampingi Asisten II Setkab Morut Yunber Bamba, S.Pi, M.Si.

Kepala ULP PLN Kolonodale Desnar Sabudu mengatakan bahwa Kabupaten Morowali Utara saat ini dan ke depannya berlimpah pasokan daya listrik. Posisi saat ini saja, sistem kelistrikan ULP Kolonodale ini memiliki daya mampu 9 Megawatt, sementara beban puncak (kebutuhan listrik tertinggi antara pukul 18.00 sampai 22.00 Wita) itu hanya 7,9 MW sehingga masih ada surplus 1 megawatt.

Dalam waktu dekat, kata Desnar, akan masuk lagi daya listrik dari PLTU Tomata milik PT.Buminata Energy Perkasa (BEP) sekitar 8,5 MW sehingga surplus akan semakin besar.

Lalu kenapa listrik masih sering padam? Kata Desnar, itu terletak pada masalah distribusi. Penyebab utamanya adalah kabel distribusi sering tertimpa pohon tumbang atau tanaman masyarakat yang menjangkau kabel listrik. Hal ini sering terjadi akhir-akhir ini karena kondisi iklim dimana curah hujan tinggi disertai angin kencang.

Kalau gangguan pohon itu terjadi di lokasi yang agak jauh dari titik pelayanan/petugas PLN, maka diperlukan waktu untuk datang ke lokasi itu guna memperbaikinya.

Selain itu, kata Desnar, ada pula gangguan listrik dari tanaman tahunan milik masyarakat yang tidak diizinkan dipangkas oleh petugas PLN karena mengganggu jaringan listrik. Yang begini ini, kami sangat mengharapkan bantuan bapak-bapak camat untjuk memberikan pengertian kepada masyarakat bila tim PLN hendak memangkas atau menebang pohon yang mengganggu jaringan listrik.

Desnar juga menjelaskan, sering terjadi pula, bila gangguan listrik terjadi di wilayah Kolonodale atau Petasia Barat, maka listik di seluruh wilayah ULP PLN Kolonodale akan padam total (black out). Mengapa? karena beban di wilayah Petasia Timur sampai ke Bumi Raya dan Witaponda itu besar sekali. Jadi, kalau ada wilayah lain yang padam, maka mesin-mesin lain tidak akan mampu mensuplai daya ke Petasia Timur sehingga otomatis semua mesin PLTD akan padam.

“Dalam kondisi seperti ini, PLN sedang berupaya memproteksi jaringan-jaringan tertentu dengan peralatan khusus sehingga bila di daerah itu terjadi gangguan, maka yang padam hanya daerah itu saja, tidak memengaruhi wilayah lainnya,” ujarnya.

Desnar memberi contoh, jaringan distribusi ke Kecamatan Lembo Raya itu sudah diproteksi sehingga bila terjadi gangguan jaringan di hutan-hutan karet di Lembo Raya, maka yang padam hanya di Lembo Raya saja, tidak akan berdampak ke Kecamatan Lembo dan kecamatan lainnya.

PLN, kata Desnar, sedang mengupayakan melakukan proteksi-proteksi seperti itu, namun terhambat oleh keterbatasan dana. Usulannya sudah dilakukan sejak dua tahun lalu, namun karena masalah COVID-19, maka anggarannya dipangkas.

Wakil Bupati Morut H. Djira meminta kesadaran masyarakat untuk ikut memeliharan keamanan jaringan distribusi listrik guna meminimalisasi pemadaman yang tidak terencana, karena PLN sendiri terus berupaya meningkatkan keamanan dan kualitas diustribusi kepada 26.000-an pelanggan di wilayah ini.

Dalam pertemuan tersbeut juga dibicarakan banyak hal lain terkait upaya meningkatkan keandalan listrik, layanan pasang baru, peningkatan permintaan listrik, tunggakan listrik, lampu jalan, pajak penerangan jalan, dan lain sebagainya. (Roma/Ryo) @Media Center Delis Djira

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed