oleh

10 MENIT BICARA SOAL MORUT: “PELUANG ANAK DAERAH DALAM PENERIMAAN PT. GNI”

-BERITA MORUT-1.031 views

10 MENIT BICARA SOAL MORUT: “PELUANG ANAK DAERAH DALAM PENERIMAAN PT. GNI”

 

BERITAMORUT.COM- Terima kasih orang-orang muda yang sudah ikut hadir di VC grup BERITA MORUT….Yang sudah kasih pemikirannya tentang topik yang kita bicarakan “Peluang Anak Daerah Dalam Penerimaan PT. GNI”

1. Arief Ibrahim Pimpinan Readtimes.id

2. Seprianus Nggaluku Gonti Ketua GPMU

3. Astrid Julivanti Posawa Anak muda Morut Berbakat

4. Abdul Wahid Akbar Sahabat saya, anak muda dari Morowali….

Diskusi singkat yang saya pikirkan saat di perjalanan pulang ke rumah hari ini akhirnya bisa terwujud, bahkan yang ikut sangat antusias memberikan pemikirannya soal peluang kerja bagi anak daerah,

• Arief Ibrahim misalkan, Pimpinan Readtimes.id ini mengharapkan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) yang di gagas Bupati Morut saat bertemu Mentri Tenaga Kerja bisa maksimal bermanfaat,

“Apa yang akan dibuat oleh bapak Bupati, membangun BLK itu sangat baik dan kita dukung. Dengan harapan bahwa bangunan ini tidak hanya berorientasi membuat gedung, jangan hanya jadi bangunan proyek, tetapi esensi dari BLK itu sendiri untuk mewujudkan SDM yang memiliki keterampilan dan kualifikasi yang baik, sehingga anak daerah mampu bersaing dan punya skill,” ujar Arief Ibrahim

• Astrid Julvianti Posawa mendorong semua potensi bisa dimanfaatkan di seputar wilayah tambang,

“Dan kalau misalkan kenyataannya nanti anak daerah tidak memenuhi tempat sesuai ekpektasi kita, yah saya ingin mengajak anak muda Morut minta solusi pemerintah atau support dari pemerintah untuk berikan rekomendasi kepada perusahaan bagaimana kita bisa diberdayakan dalam hal peluang usaha.
Distribusi barang yang di butuhkan perusahaan.
Kalau Anak muda morut yang punya jiwa wirausaha yang tidak terseleksi karena terkendala skil dan tingkat pendidikan, gunakan keterampilan dalam wirausaha. Bagaimana cara kita menangkap peluang,
Bangun usaha kos-kosan ,loundry,tempat tongkrong seperti warkop, pointnya kita juga menguasai alur perdagangan barang-barang kebutuhan pokok diwilayah sekitar perusahaan,” ujar Astrid

• Seprianus Nggaluku Gonti ketua Gerakan Pemuda Morowali Utara (GPMU) ini secara panjang lebar lagi menyoroti peluang anak daerah terutama dengan berlakunya surat keterangan domisili,

“Kami minta pihak PT. GNI dalam hal ini Humasnya, agar memprioritaskan karyawan KTP 7206 atau karyawan yang ber KTP asli Morowali Utara. Kalau banyak masuk keterangan domisili seperti ini, yang notabenenya orang dari luar. Akan semakin susah lagi masuk saudara-saudara kita yang dari desa Bunta, desa Wawopada, desa Tingkeao misalkan Saya pikir kalau bahasa skill yang tidak memenuhi syarat selalu disampaikan harus jelas juga. Karna kita juga punya SDM yang memiliki skill sebagai tenaga kerja lokal di daerah. Kami berharap PT. GNI dan seluruh pihak ikut mengawasi proses perekrutan ini agar terbuka dan memberikan kesempatan pada anak daerah. Saya mau tegaskan, sudah saatnya anak daerah mendapatkan tempat, mendapatkan pekerjaan didaerahnya sendiri,” ujar Seprianus

Hal yang sama disampaikan Abdul Wahid Akbar sosok anak muda Morowali yang banyak terlibat di kegiatan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan ini memberikan masukan agar Pemda tegas soal prioritas,

“Pemda Morut harus tegas yang mana yang prioritas, apakah KTP asli Morowali Utara atau domisili yang dibuat. Karna persoalan-persoalan seperti ini juga pernah dihadapi Morowali. Kemudian dengan adanya pembuatan domisili tentu memunculkan peluang untuk bisa terjadi pungutan-pungutan dalam pengurusan. Semua komponen harus serius dan benar-benar melakukan pengawasan dalam proses perekrutan ini,” tutup Wahid.

Diskusi kami berakhir sekitar 10 menit. Saya sebagai bagian media Berita morut.com (Hendly Mangkali) yang memandu jalannya diskusi singkat menyampaikan terima kasih buat semua.**

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed