oleh

Dir. LSM JARI INDONESIA: Pertautan Idul Fitri dan Kenaikan Isa Al-Masih adalah illustrasi indahnya kebersamaan dalam keberagaman.

Dir. LSM JARI INDONESIA: Pertautan Idul Fitri dan Kenaikan Isa Al-Masih adalah illustrasi indahnya kebersamaan dalam keberagaman.

BERITAMORUT.COM- Bersatu damai dalam kebhinekaan adalah interpretasi palsafah negara sebagai upaya mewujudkan “Gemah ripaloh djunawi, tanhana darma mangrua”.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif LSM Jaringan Advokasi Pembayaran Masyarakat Pesisir Indonesia (LSM JARI INDONESIA), Andi Samsu Alam, saat ditemui sesaat setelah melaksanakan ibadah idul Fitri, di Istiqlal Jakarta, (13/05/21).

Selain itu, Ia juga menyatakan bahwa ditahun 2021 saat ini, momentum pertautan Dua hari raya yakni Idul Fitri dan Kenaikan Isa Al-Masih, jika kita mencermati secara eksplisit memberikan peringatan kepada kita semua, pentingnya kebersamaan dalam keberagaman.

“Hari raya Idul Fitri dan Kenaikan Isa Al-Masih, ini bukan hal yang secara kebetulan atau scenario manusia, tapi ini dapat diinterpretasikan sebagai upaya sang Khaliq mengingatkan kepada kita semua, demikian pentingnya memelihara kebersamaan dalam keberagaman, “kata sosok aktivis kemanusiaan yang akrab disapa Bang Andi.

Pada kesempatan itu juga, Ia mengecam tindakan sadis sekelompok oknum separatis yang tega melakukan pembantaian atas warga Poso yang tidak tau apa-apa.

“Kita sangat menyenangkan dan tidak pernah sependapat dengan ulah oknum yang selalu menebar teror kepada masyarakat melalui aksi brutal yang tidak berprikemanusiaan, seperti yang menimpa saudara-saudara kita di daerah Poso, “tandasnya.

Terkait hal tersebut, Bang Andi meminta presiden Jokowi proaktif dalam melakukan upaya penumpasan melalui aparat keamanan yang bertugas di daerah itu.

“Jika kita berbicara HAM dalam operasi yang digelar aparat keamanan, apakah pembantaian itu bukan pelanggan HAM. Itu harus dibuktikan kepada masyarakat dan Negara melalui Pemerintah diminta atau tidak, harus memberikan perlindungan terhadap masyarakatnya, atas nama HAM dan amanat konstitusi Negara Republik Indonesia, “imbuhnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, bahwa dalam keberagaman akan lebih indah jika pertautan perbedaan itu kita kembalikan sebagai fitra manusiawi yang dapat dijadikan sebagai anugerah sumber kekuatan yang berimplikasi pada tatanan masyarakat Gemah ripaloh djunawi tanhana darma mangrua.

“Pelangi itu terdiri dari beberapa warna, tapi justru karena perpaduan warna itu, menyuguhkan keindahan. Demikian sederhananya makna Illustrasi dari pelangi. Kita bisa kuat karena kebersamaan, demikian pula sebaliknya, “pungkasnya. (Batman/Aliwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed