MOROWALI

Pengawasan Laut Morowali Lemah, Kapal SPOB Pengakut Barang Berbahaya Berlabuh Sembarangan Dan Tanpa Izin 

Pengawasan Laut Morowali Lemah, Kapal SPOB Pengakut Barang Berbahaya Berlabuh Sembarangan Dan Tanpa Izin

MOROWALI- Semenjak hadirnya perusahaan yang bergerak di bidang produksi Nikel, aktivitas perkapalan di perairan laut Kabupaten Morowali semakin ramai. Akibat dari banyaknya kapal yang beraktivitas ini, petugas yang berwenang melakukan pengawasan seringkali kecolongan dalam mengawasi pergerakan keluar masuknya kapal pengangkut barang di wilayah hukumnya tersebut.

Seperti yang terjadi belum lama ini. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, salah satu self propelled oil barge (SPOB) bernama Sigam Indah yang diduga kuat bermuatan barang berbahaya jenis solar dengan bebasnya beroperasi di perairan laut Kabupaten Morowali tepatnya di wilayah Kecamatan Bahodopi tanpa mengantongi surat ijin olah gerak serta bongkar muat dari pihak Syahbandar.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu pejabat tinggi yang bertugas di UPP Kolonodale, Muharam MS. Dikonfirmasi via WhatsApp Rabu malam (31/3), pria yang akrab disapa Alam ini menegaskan bahwa kehadiran SPOB di laut Kecamatan Bahodopi itu sama sekali tidak diketahui oleh Syahbandar.

Bahkan tambah pria berambut cepak ini, setelah pihaknya mengecek terkait kelegalan SPOB tersebut sama sekali belum teregister di UPP Kolonodale.

“Maaf pak, klau kpl itu kmi tdk tau kgiatannya apa agennya juga tidak tau siapa. Dan kapal itu blum terregister di kantor kami di Bungku keagenannya juga belum ada melapor,”jawabnya.

Sementara itu saat ditanyai terkait kehadiran SPOB Sigam Indah yang saat ini sedang berlabuh di salah satu Jetty yang berada di Desa Lalampu Kecamatan Bahodopi, Danpos Polair Morowali Bripka Yova secara tegas juga mengungkapkan bahwa ia bersama anggotanya sama sekali tidak mengetahui kehadiran apalagi mengetahui sudah berapa lama SPOB tersebut melakukan aktivitas di wilayah hukumnya.

“Kami jg msh mencari tau siapa pemilikx dan aktifitas apa yg sdh d lakukan ,”ungkap dengan singkat saat dikonfirmasi via WhatsApp Rabu malam.

Berdasarkan informasi yang di dapatkan dari masyarakat bahwa Kapal Sigam Indah berlabuh sudah hampir dua minggu dengan aktifitas membongkar BBM jenis Solar, namun tidak mengetahui persis siapa pemiliknya karena aktifitas kapal dinilai tertutup

“Beberapa kali saya liat ada mobil tengki Solar jemput BBM disitu ada selang dari Kapal, liatmi ada ujungnya sengaja di gantung di pohon bakau, tapi kalau kami tanya sama orang kapal katanya rusak dan mereka melakukan pembongkaran nanti di malam hari” Ujar Au dan Tina.

 

ADHY

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close