BERITA MORUT

Wajah Suram Dunia Pendidikan Morut Ditengah Kepungan 10 Perusahaan Tambang

Wajah Suram Dunia Pendidikan Morut Ditengah Kepungan 10 Perusahaan Tambang

Morowali Utara- Tanah Mori merupakan suatu wilayah di Morowali Utara Sulawesi Tengah, yang masih sangat alami. Pulau ini memiliki banyak potensi pariwisata yang tersembunyi. Kini Morut telah “dikepung” oleh perusahaan tambang, sayangnya dunia pendidikan di Morut seakan “menjerit” dan terlihat suram menyedihkan bahkan diluar kerja nalar logika orang normal dengan sejumlah pembangunan gedung sekolah, pagar sekolah terkesan dikerjakan asal-asalan.

Ambruknya bangunan dalam lingkup SDN 2 Kolaka yang dianggarkan tahun 2020 menjadi “tamparan” yang sangat menyakitkan bagi rakyat Morut. Belum lagi sejumlah proyek Dinas Pendidikan sampai penggunaan dana Afirmasi yang diduga bermasalah.

Bahkan proyek Milyaran BPBD Morut pun menuai kritikan, peningkatan jalan Togo Mulya yang terlambat sampai pada kualitas pekerjaan yang jadi sorotan adalah bagian dari catatan yang perlu mendapat perhatian serius.

Disektor pertanian Morowali Utara salah satu penghasil kakao. Luas perkebunan kakao di Morowali Utara tercatat sebesar 18.724 ha dengan hasil produksi 9.747 ton.

Selain itu, Morowali Utara terkenal dengan potensi pertambangan bahan galian golongan A berupa minyak dan gas bumi serta nikel.

Areal tambang nikel yang terdapat dikabupaten Morowali Utara sebesar 149.700 ha dengan cadangan terduga terbesar 8.000.000 WMT. Kabupaten Morowali Utara pun menghasilkan batu bara di kecamatan Mori Atas dengan tebal lapisan 0,3-1,0 m jenis gambut.

Dalam rillis Kominfo Morut tanggal 03 agustus 2020, Bupati Morut yang saat itu dijabat Moh.Asrar Abd Samad menjelaskan bahwa jumlah perusahaan tambang di Kabupaten Morut sebanyak 10 perusahaan, dengan mempekerjakan 2.250 tenaga lokal, dimana dari 10 perusahaan tersebut ada 3 perusahaan yang menggunakan Tenaga Kerja Asing dengan jumlah 273 TKA.

Perusahaan tersebut antara lain :
1. PT. Cor Industri Indonesia TKA asal tiongkok sebanyak 151 TKA.
2. PT. Gunbuster Nickel Industri (GNI) TKA asal tiongkok 115 TKA.
3. PT. Asia Mining Indonesia (AMI) TKA asal taiwan 7 orang TKA.

Sayangnya semua potensi kekayaan alam di Morut tidak sebanding dengan upaya semua pihak untuk memprioritaskan kesejahteraan rakyat. Faktanya sampai hari kesulitan diberbagai sektor masih terus dirasakan dan menjadi keluhan warga.**(HM)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close