BERITA MORUT

Ada Apa? Wartawan DiHalang-Halangi Liputan di PT.GNI

Morowali Utara- Wartawan dihalang-halangi saat hendak lakukan peliputan kunjungan kerja (Kunker) Wakil gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng) di PT GNI, Manajemen Perusahaan diminta bertanggung jawab.

Kunjungan kerja (Kunker) Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr.H.Rusli Dg. Palabbi, SH, MH, pada Perusahaan PT GNI, yang sedang membangun Smelter diatas area PT SEI di Morowali Utara (Morut), menyisakan polemik yang tak kunjung usai.

Pasalnya, saat Wagub mengadakan Kunker beberapa hari lalu (23/02/21), sejumlah wartawan yang mendapat undangan resmi dari pemerintah daerah (Pemda) Morut, dihalangi dan tidak diperbolehkan melakukan peliputan oleh sejumlah sejumlah porsenil security perusahaan yang sedang ditugaskan di perusahaan itu.

Akibat ulah sejumlah personil security perusahaan itu yang menghalangi 4 wartawan saat hendak meliput, kemudian memantik amarah korsa awak Media, dan menganggap Pihak management Perusahaan telah melecehkan eksistensi tugas Wartawan yang akan menjalankan peliputan khusus giat kunker Wagub Sulteng di PT GNI.

Andi Samsu Alam

Atas sikap yang ditunjukan manajemen PT.GNI Beberapa media online memilih berada diluar lingkar kemitraan media dan perusahaan. Diantaranya yang masuk dalam Mata Lensa Grup dan beritamorut.com.

Sebagaimana yang diungkapkan Kepala Perwakilan Wilayah Sulawesi Tengah, Media Cyber Nasional, “Mata Lensa Grup”, Andi Samsu Alam, Via WhatsApp dari Jakarta, saat dimintai tanggapannya terkait insiden itu, bahwa tindakan security perusahaan itu, tidak dapat dipisahkan dari kebijakan pimpinan dan semua pihak terkait harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Ulah oknum security perusahaan itu, tidak bisa ditoleransi dan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pihak manajemen PT GNI, tidak bisa lepas tangan begitu saja. Intinya apapun yang terjadi atas perlakuan Oknum security itu, tidak dapat dipisahkan dari kebijakan, yang belakangan dialihkan sebagai SOP, “tandas Bang Andi, Kamis (25/02/21).

Lanjut Bang Andi, “Kita juga paham apa itu yang dialihkan SOP. Lalu pertanyaannya, apakah SOP itu dapat dianulir ketika SOP yang dibuat menabrak Undang-undang. Jika demikian kita juga dapat mengalihkan Piihak HRD perusahaan gagal paham terhadap penerapan SOP dan atau Gagal dalam melakukan pembinaan terhadap bawahannya, “terangnya.

Selain itu, Bang Andi juga menyatakan, “Permohonan maaf HRD manajemen perusahaan PT GNI, lewat pesan WhatsApp itu, tidak cukup dan tidak dapat dianulir begitu saja, sebab ini telah melecehkan inzan Pers, khususnya yang bertugas di Morowali Utara, “pungkas Bang Andi.*(red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close