BERITA MORUT

Desa Po’ona Morut Diguyur Hujan Es, Disertai Angin Kencang

Desa Po’ona Morut Diguyur Hujan Es, Disertai Angin Kencang

 

Morowali Utara- Sekitar 1 jam diguyur Hujan deras disertai angin kencang, kilat dan guntur di wilayah desa Po’ona kecamatan Lembo Raya disertai munculnya butiran kristal es, kamis 18 februari 2021.

Ritha Malo warga desa Po’ona yang dikonfirmasi media ini menceritakan fenomena terjadinya hujan es di wilayah desa Po’ona.

“Hujan sekitar jam 3 sore,tapi hujan es pas hujan deras sekali, tapi tidak terlalu lama..Hujan deras kemudian guntur dan kilat, Kemarin pas ada hujan deras, kaya pasir di atas seng,” tulis Ritha via pesan whatshap (19/2)

Warga ini juga menambahkan hujan deras terjadi disertai angin kencang diwilayah desa Po’ona, Mandula dan Dolupokarya.

“Pada waktu itu hujan deras disertai angin kencang tiba tiba di atap rumah bunyi bunyi seperti lemparan pasir di atap seng,dan kami sempat bingung,nanti pas ada yang jatuh pas diteras rumah putih putih,disangka itu pasir,pas dipegang ternyata dia bisa mencair,” tulis Ritha.

Hujan es terjadi pada masa pancaroba

Dikutip pada situs BMKG fenomena hujan es merupakan cuaca alamiah yang biasa terjadi. Kejadian hujan lebat atau hujan es disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya dijelaskan BMKG.

Fenonema hujan es (hail) terjadi akibat presipitasi (turunnya hujan) yang terdiri dari bola-bola es dengan diameter antara 5-50 mm atau bahkan lebih.

Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air yang sangat dingin di atmosfer pada lapisan di atas titik beku (freezing level).

Awan yang tinggi puncaknya melebihi titik beku ini akan memiliki bagian atas yang suhunya lebih rendah dari nol derajat Celcius, sehingga awan tersebut mempunyai peluang sangat besar memproduksi es. Es yang terbentuk dari proses ini biasanya berukuran cukup besar.

Pada masa pancaroba biasanya akan terjadi pembentukan awan secara konvektif di mana massa udara basah terangkat ke atas dan membentuk awan yang puncaknya melebihi freezing level dan terjadilah proses pengintian es. Maka, bagian atas awan tersebut banyak mengandung es. Saat sudah cukup waktunya untuk hujan, maka butiran atau bahkan gumpalan es juga ikut jatuh ke permukaan bumi.*(red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close