BERITA MORUT

Anggaran Milyaran Waktu Terbatas, Jalan Togo Mulya Dipaksakan

Anggaran Milyaran Waktu Terbatas, Jalan Togo Mulya Dipaksakan

 

Morowali Utara, Beritamorut.com– Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali Utara Nimrod. A Tandi yang kami konfirmasi terkait Proyek pekerjaan jalan Desa Togo Mulya Kecamatan Petasia Barat senilai 2,9 Milyar tahun anggaran 2020 oleh Instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali Utara (Morut) Satker Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Pemenang CV. Prawi Meta Lestari alamat perusahaan Beteleme Kecamatan Lembo – Morowali (Kab.) – Sulawesi Tengah dengan Nilai Kontrak Rp 2.936.185.000,00 menyebut pekerjaan tersebut akan dipaksakan selesaikan,

“Iya dipaksakan selesaikan karna kondisi kemarin banjir itu, itu bikin terlambat kemarin karna banjir,” ujar Nimrod Tandi via telpon (15/2).

Nimrod A Tandi juga menambahkan pekerjaan tahun anggaran 2020 ini sangat dibutuhkan, pekerjaan tersebut juga baru dibayarkan 40% dan kena denda,

“Kemarin kita bayar 40%, sudah kena denda memang kemarin, kita paksakan karna itu memang sangat dibutuhkan,”ujar Nimrod

Pernyataan kepala BPBD terkait keterlambatan pekerjaan ini karena faktor banjir, sementara daerah Togo Mulya adalah wilayah yang memang tergenang banjir setiap tahunnya,

“Kalau banjir yang jadi alasan, setiap tahun daerah kami adalah wilayah yang kena banjir pak,” ujar salah satu warga

Proyek ini menuai sorotan Pasalnya hingga lima bulan berjalan, progres pencapaian proyek baru mencapai 40 persen, proyek yang bernomer Kontrak 360/04/kont/HIBAH/BPBD/Y/ 2020, SPK ( Surat Perintah Kerja) tanggal 20 Mey tahun 2020 dengan waktu pelaksanaan 180 Hari kalender batas waktu pengerjaan disebut sudah lama jatuh tempo akhir Oktober 2020 kemarin.

Diduga Macetnya suplai material dan kurangnya pekerja dinilai menjadi faktor terbesar yang membuat pengerjaan jalan senilai Rp. 2,9 miliar ini terseok-seok.

Jalan sepanjang 3 Kilometer dengan lebar Kurang lebih 5 meter itu diduga dikerjakan asal-asalan, Lihat saja Pak kondisi talud atau pasangan batu penahan jalan itu sudah banyak yang retak, patah dan mencong kiri dan kanan, Bahkan pekerjaan itupun masih dalam proses penimbunan kondisi proyek ini masih jauh dari harapan,
Ungkap warga dengan nada kesal.

Pekerjaan bagian timbunan dasar dan Lapis Pondasi Agregat Kelas B masih sementara dikerjakan dan belum selesai dan talud yang retak patah di kedua sisi itupun belum diperbaiki. Pekerja di sisi timur tampak masih dalam proses penimbunan jalan.*(Beritamorut.com, Berantas.id)

 

REDAKSI

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close