BERITA MORUT

Ketua DPRD Morut Respon Persoalan Listrik Asrama Mahasiswa Morut di Makassar

Ketua DPRD Morut Respon Persoalan Listrik Asrama Mahasiswa Morut di Makassar

 

BERITA MORUT- Alokasi dana pembayaran air dan listrik Asrama mahasiswa Morowali Utara di Makasar Sulawesi Selatan terpangkas refocusing anggaran dana covid-19,

Hal ini disampaikan Plt. Kabag Umum Rahmad saat dikonfirmasi media ini,

“Iya benar tentang informasi itu, kondisi itu bermula saat terjadinya refocusing anggaran (dampak pandemi covid19) pada bulan mei-juni 2020 lalu, termasuk anggaran listrik pemda yang di pangkas.. sehingga kami (saat itu saya sebagai Plt.kabag umum) hanya mampu menyelesaikan iuran listrik untuk beban yang menjadi tanggungan pemda (dalam wilayah kabupaten) yang tagihannya resmi dikeluarkan PLN setiap bulan,
Saat ini saya bukan kabag umum lagi pak.. mungkin baiknya jika prnyataan kabag umum yang sekarang.. Dan penyelesaian hal ini, kami sudah sepakat dan sejalan penyelesaian melalui pos anggaran 2021,”tulis Rahmad via pesan whatshap (27/1)

Ketua DPRD Morut Hj. Megawati Ambo Asa, S.IP yang baru mengetahui kondisi ini langsung merespon cepat,

“Saya baru dengar soal ini, saya langsung telpon Kabag Umum. Dalam 2 hari kedepan saya akan ke Makassar langsung mengunjungi anak-anak kita para mahasiswa dan pelajar. Kasian mereka, pokoknya akan segera diselesaikan secepatnya,”ujar ketua DPRD Morut (27/1).

Adhi Iyan Pratama, Mahasiswa Morut di Makasar yang ditunjuk jadi kepala asrama mahasiswa mengatakan mahasiswa selalu berkoordinasi dengan pemda dan DPRD Morut setiap bulan namun hanya di janji-janji,

“Mahasiswa dan pelajar asal Morut di Makasar ada sekitar 300 orang, asrama mahasiswa saat ini kosong karna air dan listrik menunggak 9 bulan,
Pembayaran listrik ini sudah dari bulan april 2020 kami sampaikan tapi hanya di janji-janji,
Saya sampaikan ke Kabag langsung dengan bendumnya,kabag adpun, dengan ketua komisi 1 DPRD Morut,

Sebenarnya kami sudah sampaikan agar Pemda tidak terbebani setiap bulan, kami di pasang akan meteran listrik pulsa, begitu juga air di pasangkan, jadi bisa kami bebankan masing-masing kamar,”ujar Iyan (27/1)

Tunggakan yang harus diselesaikan yaitu air dan listrik sebesar Rp. 13.744.000, dengan respon ketua DPRD Morut mahasiswa berharap pengelolaan asrama ini lebih baik.

Asrama mahasiswa ini terdiri dari 30 kamar dan menampung 52 orang mahasiswa, Pemda Morut sendiri menggelontorkan dana APBD Tahun 2019 sebesar 4 M 975 Juta untuk bisa memiliki asrama ini. Bahkan Pemda telah mengalokasikan anggaran untuk ranjang susun agar menambah kapasitas.

seyogianya adalah aset Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali Utara (Morut) yang harus dijaga dan rawat baik-baik.

 

 

Hendly Mangkali

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close