BERITA NASIONAL

PT. Morut Pratama Bersaudara Masuk Nominasi Nasional Kegiatan BKPM di Jakarta

PT. Morut Pratama Bersaudara Masuk Nominasi Nasional Kegiatan BKPM di Jakarta

 

Jakarta (BERITA MORUT)- PT. Morut Pratama Bersaudara (MPB) yang beralamat di desa Korolaki kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara masuk nominasi terbaik dalam program kegiatan mendorong perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) bermitra dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta senin 18 januari 2021

Masuknya PT. Morut Pratama Bersaudara dalam urutan 4 Nominasi terbaik UMKM dari BKPM yang di survey oleh SI (SURVEYOR INDONESIA) jadi kabar gembira bagi bangkitnya pengusaha lokal yang ada di Morut.

Dirut PT. MPB saat penyerahan penghargaan di Jakarta (Foto kedua dari kiri)

Keberhasilan PT. MPB sebagai bagian dari Bersaudara Grup yang merupakan perusahaan lokal dan mampu berdaya saing, tentu patut di apresiasi dan menjadi motivasi pelaku usaha lokal yang ada di Morut,

Salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Morut yang membidangi ekonomi dan penanaman modal, Jeffisa Putra. A sangat mengapresiasi bertumbuhnya perusahaan lokal yang memiliki daya saing,

“Harapan terbesar dari pencapaian ini adalah UMKM di daerah khususnya pengusaha lokal itu, bisa naik kelas, bisa jadi motor bagi sahabat-sahabat di daerah, ini menjadi momentum bagi bangkitnya perusahaan lokal yang memiliki daya saing, dan banyak program pemberdayaan lain yang ke depan bisa kita garap,”(19/11)

Bung Jeff sapaan legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menambahkan, bangkitnya perusahaan lokal akan memberi kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi di daerah dan menyerap tenaga kerja lokal, seiring masuknya investasi di daerah,

Dikutip dari Nasional.kontan.go.id Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyaksikan penandatanganan kerja sama antara penanam modal dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kerja sama tersebut melibatkan 59 pengusaha besar dengan 196 UMKM yang mencapai angka Rp 1,5 triliun.

Hal tersebut disampaikan Bahlil merupakan tahap awal dalam pengembangan pola kemitraan.

“Ini adalah langkah awal, Rp 1,5 triliun langkah awal. Jadi ke depan setiap bulan kami akan lakukan,” ujar Bahlil, Senin (18/1).

 

Hendly

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close