BERITA NASIONAL

Ayam Taliwang Rasa Kementerian Pertanian

Ayam Taliwang Rasa Kementerian Pertanian

 

“Jangan pernah berkata sudah menginjakkan kaki di Lombok, kalau belum makan Ayam Taliwang.”

Pernyataan diatas seakan mengokohkan Ayam Taliwang sebagai salah satu hal yang harus dijalani jika kita berada di Lombok, atau tempat lainnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Dari laman wikipedia, Ayam Taliwang adalah makanan khas Pulau Lombok dari Kampung Karang Taliwang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat yang berbahan dasar daging ayam. Daging ayam yang disajikan berasal dari ayam kampung muda yang dibakar kemudian dibumbui dengan semacam saus yang bahannya antara lain cabai merah kering, bawang merah, bawang putih, tomat, terasi goreng, kencur, gula merah, dan garam. Makanan ini biasanya disajikan bersama makanan khas Lombok yang lain, misalnya plecing kangkung.

Soal kuliner Ayam Taliwang, saya yakin kalau ini bukan info baru buat kita. Tapi mendapatkan kenyataan bahwa bahan baku Ayam Taliwang saat ini 40 persen berasal dari Ayam Kampung Unggul Balitbang (AKUB), mungkin baru diketahui segelintir orang.

“Kita memang saat ini bisa menggantikan jenis ayam kampung yang dulu menjadi bahan baku utama kuliner Ayam Taliwang. Persentasenya bahkan sudah mencapai 40 persen penyedia kuliner Ayam Taliwang menggunakan AKUB sebagai bahan bakunya,” jelas Dr. Awaludin Hipi, M.Si selaku Kepala Balai Pengkajian Tehnologi Pertanian (BPTP) NTB, Rabu (23/12) sore saat kami berada di kompleks BPTP NTB ‘bercengkrama’ dengan AKUB.

Pernyataan ini tentu saja membanggakan. Tapi seperti biasa, saya selalu mencari referensi lain soal seperti ini. Setelah berselancar cukup lama, saya akhirnya mendapatkan pernyataan dari pelaku bisnis kuliner Ayam Taliwang dari dokumentasi salah satu TV Swasta awal Oktober 2020 yang mendukung pernyataan itu.

Ayam KUB merupakan ayam kampung hasil seleksi genetik yang memiliki keunggulan antara lain mampu bertelur hingga mencapai 160-180 butir/ekor/tahun, masa mengeram berkurang hingga tinggal 10% sehingga ayam cepat bertelur kembali. Selain itu, ayam ini dapat tumbuh lebih cepat daripada ayam kampung biasa. Rasa daging ayam KUB gurih, sebagaimana ayam kampung pada umumnya.
Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, ayam KUB mulai dikenalkan oleh Balai Penelitian Ternak (Balitnak) pada tahun 2012.

Ayam KUB sudah berkembang pesat dan menyebar ke 10 kabupaten/kota yang ada di NTB. Ayam KUB bersifat dwi fungsi. Sebagai petelur mempunyai berbagai keunggulan antara lain mulai bertelur pada umur 22 minggu, tingkat konsumsi pakan untuk ayam dewasa yang rendah berkisar 80-100 gr/ekor/hari, kebutuhan protein dan energi hanya 15% dan 2.760 Kkal/kg ransum, ratio konversi pakan terhadap produksi telur 3,8 (g/g), produksi telur 160-180 butir/tahun dengan umur produktif sampai dengan umur 18 bulan. Sebagai ayam pedaging, ayam KUB mempunyai pertumbuhan yang cepat, kebutuhan protein dan energi hanya 17,5% dan 2.800 Kkal/kg ransum, mencapai berat 0,8-1,1 Kg dalam waktu 10 minggu dengan ratio konversi pakan terhadap pertambahan berat badan 3,3 (g/g).

Dari sisi bisnis usaha ayam KUB cukup menguntungkan karena untuk mencapai ukuran konsumsi cukup dipelihara selama 40-45 hari.

Jadi, kalau suatu saat anda menikmati kuliner Ayam Taliwang di Lombok, hampir bisa dipastikan Ayam Taliwang nya rasa Kementerian Pertanian *(red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close