BERITA MORUT

Geram Dituduh Korupsi, Bendahara Desa Pandauke: Saya Akan Lapor Polisi

Geram Dituduh Korupsi, Bendahara Desa Pandauke: Saya Akan Lapor Polisi

 

Pandauke, Mamosalato- Bendahara desa Pandauke Kecamatan Mamosalato Verlana Nila Listra Windani dalam wawancara dengan media ini memberikan penjelasan rinci terkait polemik pembagian seng yang membuat beberapa warga melontarkan tuduhan dugaan kongkalikong pembelanjaan seng.

“Pembagian seng tidak merata ada yang 60 per KK ada yang 40 per KK sesuai dengan badan rumah, jadi kepala desa menjanjikan 50 lembar per KK di ambil tengahnya, antara 60 dengan 40 diambil tengahnya 50 begitu pak ceritanya.Tetapi di APBDes ini tidak cukup pak karna anggaran, karna anggaran ini juga sudah mentok. Karna kemarin kami prioritaskan kepada padat karya tunai, BLT dengan untuk pencegahan covid.

Seng ini posisi ada dirumah bukan karna saya timbun atau apa, karna di desa tidak ada gudangnya kami pak, saya mau simpan di toko gudangnya full dengan barang lain, semua juga setuju seng disimpan dulu dirumah.

Saya kasih cukup semuanya sesuai APBDes baru saya kasih ke TPK nya. TPK nya ini kan kepala dusun pak, kepala dusun tidak mau ambil kalau belum cukup,
Jadi disimpan dulu disini kalau sudah cukup silahkan ambil.

Pihak-pihak yang keberatan padahal saya sudah panggil, suamiku yang telpon untuk bicara baik-baik duduk sama-sama, tetapi mereka tidak datang.

Jadi kalau saya dituduh korupsi belanja seng ini, saya yang akan laporkan mereka ke Polisi karena pencemaran nama baik,” ujar Bendahara.

Anggaran yang tersedia Rp. 454.746.000 itu harga pasar dan termasuk pajak 11,5%, ujar Bendahara. (20/12).

Kepala Desa Pandauke Abd Rauf Binangkari juga mengatakan,

“Penggunaan anggaran sangat terbuka, bendahara menyampaikan semuanya. Dan kemarin kita prioritaskan dana covid. Untuk pembagian seng kita akan duduk bersama membicarakan baik-baik,”ujar Kades Pandauke.

 

Hend

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close