BERITA MORUT

Kampanye di Lambolo, Dokter Delis Utamakan Warga di Sekitar Tambang

Kampanye di Lambolo, Dokter Delis Utamakan Warga di Sekitar Tambang

KOLONODALE – Calon Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi MARS menegaskan ia akan membuka pintu kepada investor seluas-luasnya dengan catatan investor tersebut harus ramah terhadap lingkungan dan ramah kepada masyarakat sekitarnya.

“Ini perlu saya kemukakan. Kehadiran investor itu penting, tetapi tidak boleh mengorbankan masyarakat,” tegasnya saat berorasi dalam kampanye di Dusun Lambolo, Desa Ganda-ganda, Kecamatan Petasia, Rabu petang (2/12/2020).

Selain Dokter Delis, tampil pula berorasi masing-masing Ketua Tim Koalisi Parpol Pendukung/Pengusung pasangan Delis-Djira yang juga Ketua DPD Partai Nasdem Morut, H. Idham Ibrahim, Ketua DPC PKB Morut H. Muhammad Safri, dan anggota DPRD dari Fraksi Nasdem, Wahyu Hidayat Sudirman.

Seperti diketahui, Lambolo kini berkembang sebagai kawasan industri. Di daerah itu berdiri perusahaan nikel raksasa PT. COR Indonesia dan beberapa perusahaan lainnya.

Namun kondisi masyarakat sekitar tidak ikut terangkat dengan hadirnya investasi besar itu. Yang terjadi justru keberadaan masyarakat semakin terpinggirkan.

Menurut Dokter Delis, investasi besar terutama di sektor pertambangan harus mendatangkan manfaat yang besar bukan saja bagi daerah, tetapi juga masyarakat yang berdiam di sekitar areal pertambangan itu.

Ia bertekad, jika mendapat amanah untuk memimpin Morut, maka ia memastikan akan membela kepentingan masyarakat, termasuk dalam hal penyediaan lapangan kerja.

“Kita akan buka Balai Latihan Kerja (BLK) dan pusat-pusat pelatihan kerja untuk mendidik anak-anak kita. Kita akan tingkatkan keterampilan mereka. Dengan demikian tidak ada alasan perusahaan yang masuk akan menolak mereka,” jelasnya.

Delis mengakui, selama ini perusahaan pertambangan yang masuk di Morut selalu menjadikan alasan kurangnya keterampilan tenaga lokal sehingga sulit bersaing mendapatkan pekerjaan.

Sementara Idham Ibrahim menyoroti jalan poros dari Kolonodale hingga Lambolo yang sangat memprihatinkan. Ini akibat lemahnya lobi pemerintah kabupaten ke pemerintah provinsi.
“Status jalan Kolonodale – Ganda-ganda – Lambolo merupakan jalan provinsi. Di sini penting sinergitas antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi,” jelas Wakil Ketua DPRD Morut tersebut. **

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close