BERITA MORUT

Paslon Delis-Djira Mengkritik Lawan Karna Taqline Lanjutkan, Bukan Menjatuhkan

Paslon Delis-Djira Mengkritik Lawan Karna Taqline Lanjutkan, Bukan Menjatuhkan

Kolonodale- Debat terakhir yang digelar KPUD Morowali Utara di Gedung Tepo Asa Aroa Kolonodale 28 November 2020 mempertegas bahwa pasangan Delis Julkarson Hehi-H. Djira.K yang dikenal dengan jargon “DIA” memiliki kecerdasan emosional.

Dalam salah satu segmen tanya jawab yang membahas tentang kebudayaan Daerah dan kebudayaan Nasional, kandidat Bupati Morut Dokter Delis mengatakan kebudayaan daerah adalah bagian dari kebudayaan nasional, Delis juga mengatakan bahwa hari ini ada bahasa dan kebudayaan daerah yang mulai punah, langkah apa yang akan dilakukan paslon nomor 2 dalam rangka melestarikan budaya daerah, supaya tetap terpelihara di daerah menjadi bagian dari kebudayaan Nasional.

Jawaban paslon nomor 2 yang menegaskan akan memasukan terkait kebudayaan Mori di sekolah memantik Delis kembali bertanya saat di persilahkan moderator,

“Mengapa selama 5 tahun kemarin, tidak dilakukan,”? Begitu kesimpulan pertanyaan Delis yang juga ditambahkan H. Djira menilai pemerintah seharusnya berpihak kepada kebudayaan yang ada, karna tidak ada anggaran yang di alokasikan untuk pemeliharaan pelestarian budaya daerah,

Hal ini mengingat paslon nomor 2 menggunakan tagline lanjutkan,

Kandidat Holiliana yang menjawab awal pertanyaan ini menjelaskan bahwa setiap tahun pemda dari Dinas Pendidikan memberangkatkan pentas-pentas kesenian dari Morut tampil di Jakarta,

Kritik pasangan Delis-Djira tentu wajar di sampaikan, dan tidak bisa di pandang sebagai upaya menjatuhkan Pemerintah sebelumnya, *(Foto Istimewa)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close