BERITA MORUT

Ini Jawaban Kedua Cawabup Djira vs Abudin Halilu Saat Bicara Angka Kemiskinan di Morut

Ini Jawaban Kedua Cawabup Djira vs Abudin Halilu Saat Bicara Angka Kemiskinan di Morut

 

Kolonodale- Debat putaran ke III pasangan calon (paslon) Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Morowali Utara (Morut) di gedung Tepe Asa Aroa sabtu 28 November 2020.

Pada sesi tanya jawab moderator Tasrif Siara bertanya dengan menyampaikan data jumlah penduduk miskin di Indonesia per maret 2020 sebanyak 26,42 juta jiwa atau sebesar 9,78 %, sementara penduduk miskin di Sulawesi Tengah berjumlah 12,92 % dan kabupaten Morowali Utara adalah 15,08 %,

Yang jadi pertanyaan adalah seperti apa strategi penanggulangan kemiskinan yang anda akan lakukan jika terpilih sebagai calon wakil Bupati (cawabup) Morut, selaku penanggung jawab penanggulangan kemiskinan daerah untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Morut, waktu 2 menit dari sekarang,

Calon wakil bupati H. Djira, K yang diberi kesempatan awal moderator menjelaskan,

Faktor-faktor penyebab kemiskinan adalah,

1. Rendahnya sumber daya manusia atau pendidikan masyarakat

2. Jaminan Kesehatan yang masih rendah

3. Tersedianya kebutuhan dasar yang masih jauh dari masyarakat,

Didalam visi misi kami ada beberapa program prioritas, yang dapat dipastikan untuk melayani masyarakat antara lain adalah,

Pemberian beasiswa bagi anak-anak mahasiswa yang melanjutkan studi di perguruan tinggi, serta memberikan pendidikan gratis bagi seluruh anak didik yang menempuh pendidikan, sejak dari SD, SMP maupun SMA dengan demikian, kalau pendidikan ini berhasil maka sumber daya manusia akan meningkat, salah satu faktor penyebab kemiskinan akan teratasi,

Yang kedua, memberikan kesehatan gratis kepada seluruh masyarakat,

Yang berikut memberikan modal usaha 300 juta kepada seluruh desa, agar dengan modal usaha itu dapat meningkatkan aktivitas perekonomian didesa sehingga dapat menambah penghasilan bagi keluarga baik dia ibu-ibu atau perempuan, kelompok pemuda, maupun kelompok tani, dan kelompok nelayan dengan demikian penghasilan keluarga meningkat dan kemiskinan di desa akan teratasi, itulah starategi dan program kami,”ujar Cawabup nomor urut 1 Djira.

Pertanyaan yang sama pun dilemparkan moderator kepada cawabup nomor urut 2 Abudin Halilu,

“Kalau menyangkut kemiskinan, kalau menurut data BPS bahwa kemiskinan secara nasional pada tahun 2019 ini, 9,22%…

Ini kemiskinan ini terjadi karena makanan yang kurang, ini yang terjadi menurut penelitian,

Kemudian di kabupaten Morowali Utara ini kurang 15,8 %, saya kira sama penelitian pusat dengan yang ada di kabupaten Morowali Utara untuk itu bapak dan ibu sekalian, yang kami akan lakukan kedepan yang pertama adalah jaminan ketenaga kerjaan, kita tau di kabupaten Morowali Utara ini akan terbangun smelter yang besar, ini akan membutuhkan tenaga kerja yang besar dan semua anak-anak kita yang ada dikabupaten Morowali Utara ini, kita akan dipekerjakan,”ujar Cawabup Abudin Halilu nomor urut 2

Dikutip dari Merdeka.com ada 5 Faktor Penyebab Kemiskinan

Secara umum, faktor-faktor yang menyebabkan kemiskinan dapat dikelompokkan menjadi 5 faktor yang antara lain:

1. Tingkat Pendidikan yang Masih Rendah

Faktor penyebab kemiskinan yang pertama adalah tingkat pendidikan yang tergolong masih rendah. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pendidikan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap orang. Bila seseorang tidak memenuhi kebutuhan pokoknya, tersebut tidak dapat dipenuhi oleh orang tersebut, dapat disimpulkan bahwa itulah penyebab kemiskinan.
Dalam konteks ini penyebab kemiskinan adalah kebutuhan pokok yang merupakan pendidikan. Tingkat pendidikan yang rendah mengakibatkan seseorang cenderung kurang memiliki keterampilan, wawasan, dan pengetahuan yang memadai untuk kehidupannya.

Sedangkan untuk dunia kerja maupun dunia usaha, pendidikan adalah modal untuk bersaing dalam mendapatkan kesejahteraan nantinya. Oleh karena itulah, terjadi banyak pengangguran dan penyebab kemiskinan disebabkan oleh tingkat pendidikan yang rendah ini.

2. Masih Terbatasnya Lapangan Pekerjaan

Faktor penyebab kemiskinan yang kedua adalah keterbatasan lapangan pekerjaan. Dengan terbatasnya lapangan kerja, masyarakat tidak dapat memenuhi kebutuhannya, karena dengan bekerjalah seseorang mendapatkan upah yang nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya tersebut.
Keterbatasan lapangan pekerjaan akan membawa konsekuensi penyebab kemiskinan pada masyarakat. Bisa saja seseorang menciptakan lapangan kerja baru, tetapi kemungkinannya akan sangat kecil untuk masyarakat miskin karena keterbatasan keterampilan maupun modal.

Banyaknya pengangguran di suatu negara bisa juga menjadi patokan kemiskinan di suatu negara. Semakin besar jumlah pengangguran maka semakin bertambah pula penyebab kemiskinan di negara tersebut. Hal ini juga bisa disebabkan oleh ketidakstabilan ekonomi dan ketidakpastian arah politik dan kebijakan negara tersebut.

3. Malas Bekerja

Faktor penyebab kemiskinan yang berikutnya adalah malas bekerja. Hal ini yang paling sering menjangkiti seseorang yang tak ingin maju dan beranggapan bahwa kemiskinan itu adalah takdir.
Hal-hal tersebut membuat seseorang tidak bergairah dan bersikap acuh tak acuh untuk bekerja, dan mengantarkan mereka kepada kemiskinan dan membuat kesejahteraannya menghilang.

4. Beban Hidup Keluarga

Faktor penyebab kemiskinan yang berikutnya adalah adanya beban hidup keluarga. Hal ini juga merupakan hal yang cukup signifikan. Ketika seseorang memiliki anggota keluarga yang banyak untuk dihidupi, beban hidupnya tentu saja kan bertambah pula.
Dengan begitu seseorang diharuskan untuk meningkatkan pendapatannya sesuai dengan berapa jumlah anggota yang harus dihidupinya.

5. Keterbatasan Sumber Daya (Alam Maupun Modal)

Suatu masyarakat bisanya akan dilanda kemiskinan salah satunya karena keterbatasan sumber daya atau sumber daya. Hal ini terjadi karena alam sekitar yang memang tidak lagi memberikan keuntungan.
Ketika sumber daya alam miskin atau tidak dapat diolah lagi, kesalahan salah satu penyebab kemiskinan. Terkadang hal tersebut terjadi memang bukan karena kehendak masing masing orang

Bisa saja hal tersebut terjadi karena bencana alam yang melanda suatu daerah. Bencana alam akan menyebabkan semua potensi alam, infrastruktur psikologis orang yang terdampak kerusakan kerusakan.
Kadang-kadang memang hal tersebut akan dapat diatasi dan kadang bahkan tidak ada yang bisa terjadi apa-apa. Untuk mengatasi kerusakan kerusakan tersebut biasanya juga dibutuhkan waktu yang sangat lama. Selain itu, dari bencana alam, banyak orang yang kehilangan harta bendanya, sehingga langsung jatuh miskin setelah itu.
Selain itu, keterbatasan modal juga menghambat perkembangan seseorang. Apalagi untuk orang yang memiliki tingkat pendidikan rendah, tidak hanya materi modal, orang tersebut juga akan memiliki keterbatasan modal keterampilan atau pengetahuan. Hal ini tentunya menjadi penyebab kemiskinan yang serius.*(Foto Istimewa)

 

Hend

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close