BERITA MORUT

Delis-Djira Tanyakan Bagaimana Meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Pada Rivalnya Debat Kandidat

Delis-Djira Tanyakan Bagaimana Meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Pada Rivalnya Debat Kandidat

Morowali Utara- Cerdas dan Cerdik sekali Cabub-Cawabub Delis/Djira mengangkat pertanyaan soal Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada rival debatnya Ho Liliana/Abudin Halilu di Gedung Morokoa, Sabtu malam.

Ibu Ho Liliana diam seribu bahasa setelah mendengar pertanyaan tersebut, kentara sekali beliau tak mengerti apa-apa soal bagaimana meningkatkan PAD di luar pajak dan retribusi. Pak Haji Abudin pun coba menjawab, tapi ‘miring-miring’ juga, bahkan lebih banyak menyoroti pertanyaan D1A, tidak fokus pada jawaban yang ditunggu D1A dan publik. Bahkan emosi meninggi… hehehehe.

Tahukah anda mengapa pertanyaan ini muncul? Karena Paslon D1A prihatin bahwa di daerah yang kaya raya ini, pemerintah daerah tidak becus untuk mengurus agar Pendapatan Asli Daerah bisa meningkat.

Pada 2019, APBD Morowali Utara bernilai Rp1.119 miliar alias Rp1,119 triliun, sedangkan PAD hanya Rp57 miliar atau HANYA 5,1 persen. Keciiilllll sekali. Akibatnya, APBD ‘tidak sehat’ karena 95 persen pendapatan daerah bersumber/bergantung dari luar daerah yakni pusat dan provinsi. Sedikit saja pemerintah provinsi atau pemerintah pusat memotong anggaran yang dialokasikannya ke Morut, misalnya DAU, DAK dan Dana Bagi Hasil, daerah ini bisa bangkrut. Collaps men.

Itu sebabnya pasangan D1A peduli sekali dan berkomitmen untuk meningkatkan PAD bila dipercaya memimpin daerah ini ke depan, terutama dari sumber-sumber nonpajak dan retribusi. Sebab kalau pajak dan retribusi digenjot, itu akan memberatkan rakyat di tenhgah ekonomi yang sulit ini. Karena itu, strategi meningkatkan PAD ditempuh melalui penyertaan modal daerah dan kontribusi sektor swasta yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku (termasuk Perda).

Bila PAD meningkat, Pemda akan memiliki kreativitas dan keleluasaan untuk mengatur dana pembangunan, sebab seluruh kewenangan dalam distribusi/pengalokasian PAD ada pada Pemda dengan persetujuan DPRD.

Kalau hal-hal yang fundamental seperti ini saja tidak dipahami oleh ibu Ho Liliana dan Haji Abudin (Handal), bagaimana mungkin bisa memimpin daerah ini dengan baik pada jalur yang benar.

Masyarakat Morut yang budiman!!!! JANGAN SALAH PILIH.
Semakin terbukti bahwa calon nakhoda kapal MORUT yang paling tepat, siap dan kuat fisik, mental, serta emosi yang terkendali HANYA D1A.

SRIKANDI D1A bilang: Anda tidak akan miskin kalau menolak (dorang pe) amplop, dan tidak akan kaya bila menerima amplop itu. #rm

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close