BERITA MORUT

Staf Khusus Menteri Pertanian Erick Tamalagi Melepas Ekspor Komoditas Pertanian NTT ke Timor Leste

Staf Khusus Menteri Pertanian Erick Tamalagi Melepas Ekspor Komoditas Pertanian NTT ke Timor Leste

Kupang – Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tepatnya daerah Wini berbatasan dengan Oekusi. Daerah yang masih menjadi bagian kecil dari Negara Timor Leste. Kebutuhan pokok masyarakat di daerah bagian ini sebagian besar didatangkan dari negara tetangganya yaitu Indonesia. Terutama dari sektor pertanian. Baik bahan baku maupun hasil olahannya.

Ini membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk pertanian ke negara Timor Leste ini.

Staf Khusus Menteri Pertanian Erick Tamalagi melepas komoditas ekspor pertanian NTT

Hari ini, Kamis (05/11) Menteri Pertanian melalui Karantina Pertanian Kupang dan Erick Tamalagi, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian melepas ekspor komoditas pertanian ke Timur Leste tepatnya Distrik Oekusi. Komoditas pertanian yang diekspor meliputi produk hasil olahaan kayu jati sebanyak 4 meter kubik, kacang kacangan 300 kg, dan pakan ternak sebanyak 100 kg dengan total nilai barang sebesar 20,4 juta rupiah. Di pos lintas batas lainnya yaitu Metamauk juga dilakukan ekspor produk olahan kayu jati sebanyak 5 meter kubik dengan nilai 20 juta rupiah. Meski tak banyak, namun ekspor produk pertanian ini sangat rutin dilakukan terutama pakan ternak.

Menurut Yulius, komoditas ekspor tersebut telah dipastikan sehat, aman dan telah sesuai dengan persyaratan ekspor negara tujuan unggulan dengan menerbitkan sertifikasi jaminan bebas dari penyakit hewan maupun tumbuhan.

Tahun 2020 hingga periode bulan Oktober, dari data pada sistem perkarantinaan, IQFAST di wilayah kerjanya, Yulius menyebutkan nilai ekspor pertanian NTT telah mencapai angka Rp 26,6 miliar. Sektor perkebunan berupa kayu jati (meubel jati) yang turut menyumbang ekspor tertinggi dari provinsi NTT selama pandemi ini. Selama bulan September 2020 saja, komoditas ini telah disertifikasi sebanyak 191 meter kubik dengan nilai Rp 2 miliar.

Selain dari produk yang dilepas hari ini, masih ada komoditas pertanian lainnya yaitu jagung dan anak ayam umur sehari atau day old chicken (DOC).

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, mengungkapkan kedua ragam komoditas ekspor di sektor lainnya juga harus didorong sehingga dapat menembus pasar dunia.

“Rutinnya ekspor produk ini memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di sekitar perbatasan untuk lebih mengupayakan pertanian. Terbukanya peluang pasar ini, merupakan hal yang baik untuk masyarakat di sini dalam meningkatkan sektor pertaniannya. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo melalui Program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Komoditas Pertanian (Gratieks) yang saat ini juga sedang menyiapkan binaan di kawasan sentra atau desa. Dalam hal ini Barantan ditunjuk langsung oleh Menteri Pertanian sebagai koordinator untuk terus lakukan upaya pengawalan. Dari percepatan layanan, jaminan keberterimaan dan pendampingan pemenuhan persyaratan ekspor, namun langkah operasional yang bersinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha dan instansi lainnya ,” ujar Erick.

Selain itu Yulius Umbu juga menambahkan, “Kami juga terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan ekspor produk pertanian. Kemudahan layanan juga kami berikan.”*(red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close