oleh

Kunjungi NTT Staf Khusus Mentri Pertanian Dengar Cerita Petani Dalam Program Gratieks

Dulu Pikul Senjata, Sekarang Berjuang di Perkebunan

“Tahun 1999 saya bawa keluarga dan anggota pasukan saya menyebrang kesini dari Timur Leste. Kami dari Viqueque 30 kepala keluarga, dan tinggal disini atas kemurahan Pemda NTT.”

Itulah sekelumit pembicaraan awal dengan Ama Kai atau Augusto di depan rumahnya yang berhadapan dengan lokasi pembibitan sejuta Sere di Kabupaten Kupang.

Ama Kai memang bukan sembarang figur. Dirinya paling tidak menjadi salah satu dari sekian banyak pimpinan Kamra yang berjuang mempertahankan integrasi Timor Timur ke Indonesia, sebelum akhirnya memilih meletakkan senjata dan menjadi bagian dari warga Indonesia di Timor Leste yang memilih pindah ke wilayah NKRI di Kupang.

“Waktu situasii saya lihat sudah tidak memungkinkan, saya dan 14 anggota pasukan meletakkan senjata dan membawa keluarga kami menyebrang dari Timor Leste ke Kupang,” kenangnya.

Sejak itulah, tahun 1999, Ama Kai dan anggotanya menempati tempat yang diberikan Pemda NTT.

“Kami bercocok tanam disini pak. Ini lahan milik Sasando. Perjuangan kami juga tidak gampang, apalagi tahun 2007 ada yang gugat lahan ini, sampai apa yang kami tanam digusur sama yang menguggat. Waktu itu saya bilang sama bos, ijinkan saya dengan anak buah saya hadapi mereka. Tapi bos waktu itu tahan tahan kita orang,” katanya dengan suara tertahan.

Saya bisa merasakan rasa tanggung jawab yang ada dalam diri Ama Kai, karena keputusannyalah membawa rombongan besar hijrah dari Timor Leste ketika hasil jajak pendapat 1999.

Percakapan sore ini (3/11) seakan memutar kembali kenangan saat menjadi jurnalis di tahun 1999 dan ditugaskan meliput jajak pendapat di Timor Leste dan pasca hasil jajak pendapat.

Tapi kini Ama Kai boleh tersenyum. Dirinya bersama masyarakat yang dibawanya tahun 1999 terlibat langsung dalam pengolahan lahan bagi pencapaian Gratieks (Gerakan Tiga Kali Eksport) yang dilakukan Kementrian Pertanian dan Mabes TNI.

“”Kalau dulu angkat senjata, sekarang berkeringat si perkebunan,” katanya tersenyum. Sumpah, senyum Ama Kai manis sekali sore ini..

#MajuMandiriModern
#gratieks

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed