BERITA MORUT

Staf Khusus Menteri Pertanian Erick Tamalagi Kunjungi Motaiin Pos Lintas Batas Negara

NTT- Ini Motaain. Salah satu Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia. PLBN Motaain terletak di Kabupaten Belu dengan ibukotanya Atambua, NTT, tempat keluar masuknya orang, barang dan jasa dari Indonesia dan Timor Leste.

Berada ditempat ini, seakan memutar kembali kenangan saat menjadi jurnalis 21 tahun lalu saat jajak pendapat dan pasca jajak pendapat.

21 tahun lalu tempat ini dipenuhi warga Timor Leste yang ramai ramai exodus ke Indonesia akibat jajak pendapat yang memutuskan Timor Leste lepas dari Indonesia.
21 tahun lalu warga exodus membawa barang barang perlengkapan rumah tangga serta kebutuhan hidup yang bisa mereka bawa dari Timor Leste.
21 tahun yang lalu hampir semua jurnalis dalam dan luar negeri menjadi saksi warga Timor Leste yang eksodus ke Indonesia melalui Motaain.

Hari ini, 4 November 2020, warga yang melintas juga cukup ramai, bahkan dari cerita komandan perbatasan yang bertugas, hari ini ada sedikit dispensasi karena kemarin (3/11) adalah misa arwah yang membuat warga diperbatasan yang sebenarnya bersaudara melakukan ritual keagamaan.

“Kita disini tutupnya jam 11 siang pak, tapi disebelah (Timor Leste) jam 12 siang. Kemarin kan misa arwah, jadi ada sedikit kelonggaraan dipihak sebelah,” kata komandan yang menemani kami sampai di jembatan wilayah Timor Leste. Saya sempat menengok jam ditangan, ternyata waktu menunjukkan sedikit lagi pukul 12 siang, sementara warga Timor Leste masih berdatangan dari arah wilayah Indonesia. Sayapun menyaksikan perugas perbatasan Timor Leste menggunakan APD lengkap memeriksa warga yang kembali ke daerah mereka.

Pagi ini sebenarnya saya hadir bersama teman teman Karantina Kupang melakukan coffee morning bersama instansi terkait yang bertugas di perbatasan. Ada Kapospol, Danki, Imigrasi, BNN, Karantina Ikan dan Brimob.

Membangun komunikasi dan pemahaman bersama sebagai resepsion dan etalase NKRI dengan tupoksi masing-masing, membuat diskusi informal kami pagi hingga jelang siang menjadi menarik. Banyak hal yang sebelumnya hanya menjadi pertanyaan, saat diskusi ringan mendapatkan jawaban.

Pertanyaan tentang aturan masuknya tumbuhan dan hewan kenapa begitu ketat, tidak lain karena persng hari ini bukan lagi perang senjata, tapi perang biotech. Virus yang melemahkan warga bisa disusupi melalui tumbuhan dan hewan.

Satu hal yang pasti dari setiap komponen yang terlibat diperbatasan adalah jumlah personil dan peralatan yang belum memadai dibanding luasnya wilayah yang menjadi tanggung jawab. Namun dari dialog informal yang berlangsung santai namun serius, dicapai pemahaman serta tindak lanjut untuk terus membangun komunikasi bahkan rencana melakukan patroli bersama.

Oh ya, jika 21 tahun lalu Motaain hanyalah batas antar propinsi, maka kini Motaain oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dibuat menjadi benar-benar batas antar negara yang megah.

Bangunan PLBN Motaain terdiri dari dua zona, yakni zona inti dan zona pendukung. Zona inti digunakan untuk tata kelola pelayanan lintas batas berupa kepabeanan, keimigrasian, kekarantinaan dan pengamanan secara terpadu.

Bahkan kedepan pemerintah RI mentargetkan Motaain akan dijadikan Kawasan Ekonomi kedua di NTT setelah Kupang.*(red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close