BERITA MORUT

Dugaan Nepotisme Kades Tiwa’a Dalam Pengelolaan Peternakan Ayam Petelur

Dugaan Nepotisme Kades Tiwa’a Dalam Pengelolaan Peternakan Ayam Petelur

 

Tiwaa, Mori Utara- Dugaan Praktek Nepotisme di desa Tiwa’a di lakukan dalam pengelolaan kelompok ternak ayam Petelur “Sentani”.

Nepotisme yaitu praktek memberikan akses kepada keluarga, teman dan perseorangan.

Usaha peternakan ayam petelur “Sentani” di desa Tiwa’a yang saat ini pengelolaannya di ambil alih secara perorangan oleh ketua kelompok yang adalah ibu kepala desa, adalah contoh upaya menerapkan “kongkalikong” nepotisme dengan alasan kesulitan pakan ternak.

Dalam wawancara dengan media ini via telpon, kades Tiwaa Obed Podengge mengakui pengelolaan yang dilakukan saat ini sifatnya perorangan dan telah di rapatkan ditingkat desa,

“Iya untuk saat ini ketua yang kasih jalan, itu persoalannya lalu ditangani oleh kelompok, seiring berjalannya waktu ada kendala dikelompok tidak mampu memberikan makananannya,

Yang pertama 800 ekor, ini tinggal 600 an ekor,” ujar Kades (02/11).

Dalam rapat desa yang diadakan untuk mengambil alih peternakan ayam petelur muncul pengeluarah pakan selama 2 bulan oleh ketua kelompok, sehingga mau tidak mau solusinya di pindah tangankan karena beban ini.

Metode seperti ini tentu menjadi tanda tanya, karena pengelolaan kini dikuasai oleh ketua kelompok yang adalah istri Kades. Dan ini menggambarkan program Pemda yang didanai dari anggaran APBD 2019 gagal total. Karena bukan lagi berorientasi pemberdayaan kelompok tetapi perorangan.

Dinas terkait di harapkan masyarakat bisa melakukan pendampingan kepada kelompok peternak, agar tujuan program Pemda dapat berjalan baik dalam membantu perekonomian warga melalui kelompok.

 

Hendly Mangkali

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close