BERITA MORUT

Usaha Ayam Petelur Desa Tiwa’a Milik Kelompok Sentani, Di Ambil Alih Istri Kades 

 

 

Tiwaa, Mori Utara- Bantuan Ayam petelur di desa Tiwa’a kecamatan Mori Utara Kabupaten Morowali Utara (Morut) untuk kelompok ternak “Sentani” di ambil alih istri kades.

Kepala desa Tiwaa Obed Podengge yang dikonfirmasi media ini melalui telpon, membenarkan pakan ayam petelur jadi kendala di pindah tangankan ke ketua kelompok, yang diketahui bernama Evi.

Ia juga membenarkan ketua kelompok ayam petelur “Sentani” adalah istrinya atau ibu kades,

“Iya untuk saat ini ketua yang kasih jalan,

“Itu persoalannya lalu ditangani oleh kelompok, seiring berjalannya waktu ada kendala di kelompok tidak mampu untuk memberikan makanannya,

Yang pertama 800 ekor, ini tinggal 600 an ekor,”ujar Kades (02/11).

Kades Tiwaa juga menambahkan pengeluaran pakan ayam dalam sehari mencapai Rp. 500.000-600.000, Kades sebagai penasehat kelompok ayam petelur “Sentani” desa Tiwaa pernah menyampaikan kendala ini ke Dinas Pertanian dan peternakan Morut.

“Saya panggil Dinas untuk bagaimana mencarikan solusi terhadap pakan ayam ini, jadi waktu itu dikasih solusi bagaimana kalau pak kades dulu jalankan ini, makanya waktu itu saya bikin rapat kelompok,”ujar Kades.

Kades juga menambahkan hasil dari ayam petelur ada setelah sekitar 2 bulan berjalan,

Tetapi karena kelompok tidak memiliki dana maka menjadi kendala kelompok peternak ayam petelur “Sentani” berjalan. Bahkan ada penyampaian pengeluaran belanja pakan selama kurang lebih 2 bulan mencapai sekiitar 20 jutaan yang jadi beban kelompok.

Bantuan ayam petelur diberikan Pemda Morut dari APBD tahun 2019 dengan harapan menjadi stimulan agar setiap desa yang mendapat bantuan, dari 18 kelompok peternak ayam dapat memiliki usaha yang memberikan hasil.

Namun di desa Tiwaa program Pemda Morut ini diduga gagal, karena selain jumlah ayam yang berkurang, pengelolaan peternak ayam juga kini dilakukan oleh perorangan, atau dapat disebut kelompok ternak tidak berjalan.*(Foto: Akun Fb Julmin Tomina )

 

 

Redaksi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close