BERITA DAERAH

Pilgub Sulteng 2020, Jangan Biarkan Orang Baik Berjuang Sendirian

Pilgub Sulteng 2020, Jangan Biarkan Orang Baik Berjuang Sendirian

 

PARIGI: Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad M Ali bersama tombongan tim kampanye calon Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura kembali melakukan safari politik mengunjungi sejumlah daerah di Sulteng.

Perjalanannya kali ini diawali dari wilayah paling timur-utara Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), tepatnya di Kecamatan Moutong.

Dalam perjalanannya menuju daerah itu, rombongan Rusdy Mastura beberapa kali dicegat puluhan warga, di antaranya ketika melintasi Desa Tada Kecamatan Tinombo Selatan, Desa Sidoan Kecamatan Sidoan dan Desa Tinombo Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi.

Warga yang mencegat ternyata ingin bertemu dua sosok dalam rombongan tersebut. Warga ingin mengobati kerinduan mereka terhadap sosok calon pemimpin mereka Rusdy Mastura dan anggota DPR RI dari Sulteng, Ahmad M Ali.

“Antusiasme masyarakat itu adalah bentuk kerinduan terhadap Ahmad M Ali dan Rusdy Mastura,” ungkap Muhammad Rifki, salah satu relawan dari Kecamatan Sidoan, Senin (19/10).

Selain itu, warga juga menyampaikan sejumlah harapan terhadap Rusdy, sosok yang pernah sukses memimpin Kota Palu selama dua periode tersebut. Warga ingin agar ketika terpilih, Rusdy Mastura memperhatikan kesejahteraan masyarakat.

“Selain menyampaikan harapan, mereka juga berkomitmen untuk ikut berjuang memenangkan Rusdy-Ma’mun di Pilkada Sulteng,” katanya.

Cudy, sapaan akrab Rusdy Mastura mengaku mengunjungi warga agar masyarakat bisa melihat dan mengenal langsung sosok yang akan dipilih masyarakat Sulawesi Tengah untuk menjadi gubernur.

Hal itu juga diakui Ahmad M Ali yang juga juru kampanye pasangan calon gubernur nomor urut 02 tersebut.

“Calon gubernur harus berkeliling agar masyarakat tidak membeli kucing dalam karung. Masyarakat harus tahu siapa sosok yang akan jadi pemimpin mereka,” ungkap Ahmad M Ali.

Legislator NasDem itu menambahkan, kita harus berterima kasih kepada pak Longki (Gubernur Sulawesi Tengah) yang sudah membangun Sulteng selama dua periode.

“Semoga Cudy bisa meneruskan dan menyempurnakan apa yang belum dilakukan oleh kak Longki,” ujar Ahmad Ali yang juga Ketua Fraksi NasDem DPR RI itu.

Rusdy Mastura, kata Ahmad Ali, adalah calon pemimpin yang ideal. Dia percaya sosok Cudy adalah figur terbaik untuk memimpin Sulteng saat ini.

“Dua pasangan ini semuanya adalah sosok yang baik. Tapi percayalah bahwa Rusdy Mastura adalah sosok terbaik untuk memimpin Sulteng. Jangan biarkan orang baik berjuang sendiri,” tandasnya.

Sulawesi Tengah membutuhkan pemimpin yang sudah punya karya dan punya pengalaman. Sehingga katanya, Rusdy Mastura yang sudah punya banyak karya ketika memimpin Kota Palu adalah sosok yang paling tepat.

“Jangan biarkan Sulawesi Tengah dipimpin oleh orang yang baru mau belajar. Kita harus berjuang bersama untuk memenangkan Cudy. Usia kak Cudy memang sudah 70 tahun, tapi kita tidak sedang mencari atlet panjat tebing. Kita tengah mencari pemimpin yang mau berbuat untuk rakyatnya,” tegas Ahmad Ali.

Sejak ditetapkan sebagai kandidat bakal calon Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura memang kerap diserang oleh lawan politiknya terkait isu usia yang sudah tak muda lagi.
Namun begitu, Ahmad Ali mengingatkan agar seluruh relawan dan simpatisan untuk tidak menjelekkan kandidat lain demi memenangkan kandidatnya di Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Ali juga tetap mengingatkan masyarakat bahwa kesehatan masih jauh lebih penting daripada kepentingan politik. Sehingga ia meminta seluruh masyarakat, relawan dan tim sukses calon kepala daerah untuk tetap menjaga protokol kesehatan selama melakukan kampanye.

“Keinginan kita untuk memenangkan kandidat tidak boleh mengalahkan kita dalam upaya memutus mata rantai Covid-19,” katanya.

Ia mengingatkan agar warga selalu menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker saat menghadiri kegiatan politik.

 

Sumber: Partainasdem.id

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close