BERITA MORUT

OCKT Angkat Bicara Soal Pernyataan Akan Mengusir Tambang Jika Mencemari Danau Tiu

OCKT Angkat Bicara Soal Pernyataan Akan Mengusir Tambang Jika Mencemari Danau Tiu

 

Petasia Barat- Pemuda Desa Tiu yang jadi pencetus gerakan Otak Cerdas Kompono Tiu (OCKT) saat menentang perusahaan yang melakukan pencemaran Danau Tiu pada Tahun 2019, menanggapi munculnya pernyataan salah satu kandidat yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Morowali Utara (Morut) mendatang, pada saat acara debat pertama yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Morowali Utara, senin 19 oktober 2020.

Saat debat itu ada sesi tanya jawab antara 2 paslon yang dipandu oleh moderator. Dalam sesi ini, kandidat pasangan nomor urut 1 Delis Julkarson Hehi-Djira yang diwakili calon wakil Bupati Djira mengangkat persoalan pencemaran lingkungan mata air Bahontula sampai pada soal danau Tiu yang menjadi sumber kehidupan nelayan tradisional.

Secara garis besar jawaban pasangan nomor urut 2 Holiliana – Abudin menjelaskan tentang strategi kebijakan yang pro rakyat dan pro lingkungan, bahkan dengan tegas calon wakil Bupati Abudin yang dominan menjawab pertanyaan soal pencemaran lingkungan ini berjanji jika masih terjadi pencemaran Danau Tiu akan tegas mengusir kontraktor atau perusahaan tambang.

Kondisi Danau Tiu saat tercemar tahun 2019

Rabu 21 oktober 2020, Arzon Arumpone salah satu pencetus adanya OCKT Tiu pun bersuara untuk kedua kandidat agar janganlah mengingkari kepentingan rakyat hanya karena tujuan politik saja.

“Dari kemarin pada saat beliau menjabat di dewan kenapa tidak bersuara akan mengusir perusahaan tambang, jika memang mengakui bahwa pencemaran itu fakta adanya,

Yang ada hanya justru nampak seperti jadi penengah, padahal sudah jelas danau Tiu tercemar,”ungkap Arzon (21/10)

Arzon juga menambahkan agar siapapun yang jadi Bupati Morut kedepan harusnya bisa memikirkan kondisi nelayan tradisional yang menggantungkan hidupnya di danau Tiu.

Anggota OCKT lainnya Aan Langahi juga mengatakan saat ini masih ada aktivitas perusahaan di seputaran Danau Tiu.

Selama ini yang sangat memberikan dukungan terhadap perjuangan OCKT adalah organisasi di Palu yang bergerak dalam advokasi Tambang seperti JATAM dan lainnya. Pertimbangan organisasi ini harusnya selalu jadi acuan Pemerintah Provinsi melalui ESDM dan instansi terkait lainnya sampai kepada Pemda Morut dan DPRD Morut untuk memastikan tidak terjadi pengrusakan lingkungan. *(red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close