oleh

RS Kolonodale dan Gugus Tugas Covid-19 Tidak Sejalan Tangani Pasien, Warga Menanti Sikap DPRD Morut

RS Kolonodale dan Gugus Tugas Covid-19 Tidak Sejalan Tangani Pasien, Warga Menanti Sikap DPRD Morut

 

Morowali Utara- Penanganan pasien covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonodale Kabupaten Morowali Utara (Morut) di Komplen keluarga pasien.

Kamis 15 oktober 2020, Suami pasien yang tidak berkenan disebutkan namanya, memberi kabar penanganan istrinya yang adalah pasien covid-19 Orang Tanpa Gejala (OTG) dan sekitar 7 hari telah di isolasi di RS Kolonodale dan telah 2 kali di Swab Tes,menunggu hasil berikut. Semalam justru disatukan ruangannya dengan pasien covid-19 lain.

“tadi malam karena ada pasien covid baru, jadi ada 1 pasien covid dari panca makmur di gabung di kmrnya maitua, masalahnya siapa yang bisa jamin bahwa pasien yang gabung itu kondisinya fit dan sehat, saya sudah hubungi pihak dinkes tidak diangkat telponku, sudah hubungi pihak RS, belum ada tindak lanjut,”tulis suami pasien via pesan whatshap.(15/10)

Pasien OTG yang kami Blur, di satukan dengan pasien covid lainnya

Sebelumnya keluarga pasien OTG yang di isolasi di RS Kolonodale ini telah menyatakan komplen terhadap kondisi ruangan isolasi.

Kepmenkes tentang pedoman pencegahan dan pengendalian covid-19 nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 sejak 13 juli sudah di berlakukan, tetapi tidak di terapkan oleh gugus tugas covid-19 Kabupaten Morut, karena masih mengikuti Kepmenkes nomor HK.01.07/MENKES/247/2020 yang seharusnya sudah tidak berlaku.

Hal ini dibenarkan, Saat kami konfirmasi via pesan whatshap kepada Dokter Daniel yang merupakan penanggung jawab covid-19 RS Kolonodale mengatakan sudah bersurat ke gugus tugas covid-19 terkait aturan tersebut,

“Kami sudah bersurat ke gugus tugas mengenai hal itu,

Kami dari pihak RS maunya kalo pasien konfirmasi covid positif tanpa gejala sebaiknya isolasi mandiri saja tapi gugus tugas daerah maunya tetep di isolasi di RS, tulis dokter Daniel dalam pesan whatshap (14/10).

Sementara gugus tugas covid-19 Kabupaten Morut yang juga Kadis Kesehatan Morut Delnan Lauende yang kami konfirmasi via pesan whatshap sejak 14 oktober 2020 belum memberikan jawaban.

Ketua DPRD Morut Hj. Megawati Ambo Asa, S.IP semalam memberikan informasi telah komunikasi dengan keluarga pasien dan akan konfirmasi ke kadis kesehatan.

“Makasih infonya,saya konfir ke ibu kadis, saya sudah komunikasi dengan pasien covid-19 asal Tinompo,”tulis ketua DPRD Morut (14/10)

Tidak sejalannya RS Kolonodale dan Dinkes dalam penerapan aturan penanganan pasien covid-19 khususnya pasien orang tanpa gejala yang harusnya di isolasi mandiri dirumah, tetapi tetap di rawat isolasi di RS memunculkan dugaan ada kepentingan menyerap anggaran dari isolasi pasien orang tanpa gejala (OTG), sebab jika isolasi mandiri di rumah maka akan menutup ruang menyerap anggaran.

Bahkan manajemen penanganan covid-19 Kabupaten Morut tidak konsisten, karena sebelumnya juga telah menggunakan gedung TTG Tompira untuk pasien OTG.

Warga masyarakat menanti sikap greget DPRD Morut yang tampaknya semua lagi asik dengan kampanye dua kandidat calon kepala daerah (CAKADA)

 

Hendly Mangkali

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed