TEPO ASA AROA

Opini: Orang Mori Perantauan dan Pilkada Morut

Opini: Orang Mori Perantauan dan Pilkada Morut

Penulis: Hendly Mangkali

Orang Mori di perantauan yang menuntut ilmu, membangun kehidupan bersama keluarga, meniti karier di berbagai lembaga pemerintah dan swasta sangat banyak. Tidak hanya di Provinsi Sulawesi Tengah, tetapi juga di berbagai provinsi di Indonesia bahkan luar negeri.

Semuanya sukses, paling tidak, belum pernah ada orang Mori jadi pengemis di jalan raya atau di bawah jembatan. Tidak sedikit yang sukses berkarir di pemerintahan, TNI dan Polri dengan pangkat jenderal, lembaga politik, pengusaha, pedagang, petani, tukang, nelayan, pendeta, dan lain sebagainya.

Hampir semua Provinsi di Indonesia terdapat kerukunan orang Mori, bahkan tingkat kabupaten pun ada. Mengapa? Karena lewat kerukunan ini, eksistensi orang Mori bisa lebih diangkat. Sesama warga kerukunan saling tolong-menolong mengatasi beban dan menikmati kesuksesan sesama.

Mudah-mudahan semua orang mori di perantauan sudah tahu bahwa Kabupaten Morowali Utara dimana di dalamnya ada Tanah Mori, sedang melaksanakan Pilkada 2020. Ada dua pasang calon yang sedang berkompetisi untuk memimpin daerah yang kaya raya namun penduduk miskinnya masih banyak tersebut.

Pasangan Nomor Urut 1 adalah Dr dr Delis Julkarson Hehi, MARS berpasangan dengan H Djira.K, SPd,MPd atau dikenal dengan jargon D1A. Dan pasangan nomor urut 2 adalah Ho Liliana dan H. Abudin Halilu (Handal).

Dalam kampanye mereka, tim D1A selalu mengenalkan diri sebagai putra asli Morowali Utara. Delis adalah orang Mori asli kelahiran Beteleme, Kecamatan Lembo dan H. Djira orang Bajo asli kelahiran Kolo Bawah, Kecamatan Mamosalato.

Apa yang bisa dilakukan warga Mori perantauan dalam pilkada ini? Mereka memang tidak bisa memilih/mencoblos pada 9 Desember 2020, namun suara mereka untuk menyerukan pilkada damai dan berkualitas sangat dibutuhkan.

Jangan biarkan orang Mori berjuang sendiri. Orang Mori adalah orang-orang nasionalis dan tidak memandang bulu, siapapun bisa menjadi pemimpin Morowali Utara jika memang memiliki kapasitas, kapabilitas dan intgeritas.

Jelas bahwa dalam pilkada kai ini, hanya ada satu pasang putra daerah asli Mori dan Mamosalato yang berjuang untuk memimpin rakyat di daerah kelahiran mereka, tanah tempat pusar dan ari-ari mereka ditanam. Adalah sangat elok bila orang Mori perantauan bisa memberikan dukungan doa, moril dan politis kepada mereka.

Jangan biarkan orang Mori berjuang sendirian. Mereka adalah salah satu figur terbaik dari tanah Mori dan Mamosalato. Ayo orang Mori perantauan, beri kontribusimu semaksimal mungkin demi eksistensi Tanah Leluhurmu, MORI.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close