BERITA MORUT

Apakah Di Bolehkan Ambulance Bergambar Calon Bupati, Jemput Pasien Dalam RS Kolonodale,?

Apakah Di Bolehkan Ambulance Bergambar Calon Bupati, Jemput Pasien Dalam RS Kolonodale,?

 

Kolonodale, Morowali Utara- Ambulance yang identik dengan salah satu kandidat calon Bupati Morowali Utara (Morut) harusnya tidak melakukan Penjemputan langsung pasien umum rujukan dari dalam wilayah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonodale.

Jumat 09 Oktober 2020, media ini melakukan konfirmasi terkait ambulance salah satu kandidat yang bisa langsung memasuki wilayah RS Kolonodale.

Eflina penanggung jawab penggunaan ambulance untuk pasien rujukan yang kami konfirmasi via telpon mengatakan bahwa untuk pasien umum memang keluarga berhak menentukan sendiri, karena rujukan dari RS Kodal termasuk didalamnya penggunaan ambulance sesuai dengan ketentuan Perda Tahun 2016 dimana biaya ke Palu mencapai Rp. 5.162.000.

Eflina juga menambahkan rujukan pasien pada tanggal 7 oktober dari RS Kolonodale ke RS Undata Palu tidak sepengetahuan dirinya, tetapi ada oknum pegawai RS Kodal yang mengurus.

“Tidak sepengetahuan saya, karena kami terikat aturan Perda terkait ruang lingkup rumah sakit, Perda Rp.5.162.000 ada kebijakan bisa turun sampai 2 juta, kebijakan Direktur jika betul-betul orang susah,”ujarnya.(8/10 konfirmasi terekam)

Freddy atau di sapa Edi yang adalah penanggung jawab ambulance salah satu calon Bupati Morut, yang saat tanggal 07 menjemput pasien umum rujukan dari dalam rumah sakit Kolonodale di bawah ke RS Undata Palu saat kami konfirmasi via telpon mengatakan,

“Kita niatnya membantu meringankan beban keluarga, waktu mau pemberangkatan pasien itu adalagi macam mau dipersulit persoalan administrasinya, seakan-akan ada bahasa dari dalam Rumah Sakit kenapa pakai mobil partai, seakan-akan mobil ini tidak boleh mengantar pasien itu,”ujarnya (9/10 percakapan terekam)

Freddy juga menambahkan mobil ambulance ini sudah lama beroperasi dan harusnya pihak terkait melepaskan unsur-unsur politik dan mendahulukan untuk membantu sesama. Karena ambulance yang disiapkan salah satu kandidat ini gratis diberikan dengan tulus jika untuk wilayah dalam Kabupaten Morut saja. Jika keluar sampai ke Palu maka keluarga pasien menanggung biaya bensin yang diakuinya untuk pulang pergi mencapai Rp.1.100.000.

Dokter Adryanto Bagenda selaku Direktur Rumah Sakit Kolonodale yang kami konfirmasi via telpon pun menjelaskan, bahwa pasien umum yang akan dirujuk memang berhak menentukan sendiri, karena biasanya mereka adalah warga tidak mampu, tetapi dengan bijak ia juga mengatakan bahwa sudah memanggil penanggung jawab terkait rujukan pasien di RS Kolonodale saat tanggal 7 oktober, dan meminta pihak-pihak dari luar yang berniat baik membantu keluarga pasien untuk memahami bahwa Rumah Sakit sangat menjaga persepsi publik dan tidak mau sama sekali dikaitkan dengan unsur politik di tengah situasi jelang Pilkada.

“Saya sudah sampaikan kemarin sama saya punya, (yang dimaksud adalah pegawai di RS Kodal yang saat itu mengurusi pasien rujukan tanggal 7/10),kalau ada yang begitu lain kali kasih keluar dulu dari dalam wilayah RS, jangan sampai kita di anggap memihak salah satu calon, kami ASN Netral, saya tidak mau dikaitkan dengan politik,”ujar Dokter Anto.(9/10)

Dokter Anto juga menambahkan jika pasien adalah warga Morut, maka ke depan di harapkan bisa mengurus Bpjs, kartu Morut sehat.

Media ini memperoleh informasi bahwa ada dugaan kepala keperawatan RS Kolonodale Kristian dan Asmawati Gomo salah pegawai yang berperan mengurus saat pasien tersebut akan dirujuk menggunakan ambulance salah satu kandidat, ketika akan di konfirmasi via telpon, Kristian meminta datang langsung ke RS dan terus mendesak mempertanyakan siapa nama orang yang memberikan nomor telponnya ke media,

“Pak Hendly Mangkali ini yah, mohon maaf nomor saya ngambilnya dari mana pak yah,? Atas nama siapa, kalau memang ada urusan dengan kantor nanti kita ketemu di kantor pak yah,”ujarnya.*(9/10).

Harusnya pihak-pihak terkait terutama pegawai RS Kolonodale selalu mengkoordinasikan dengan atasannya, karena ada 6 unit ambulance milik RS Kolonodale yang siap, dan penggunaan ambulance yang identik dengan salah satu kandidat dalam lingkup RS akan memunculkan spekulasi publik. Dan pihak luar pun yang selama ini memang di akui warga masyarakat sangat membantu penyediaan ambulance, bisa memahami situasi saat ini jelang Pilkada, untuk tidak langsung memasuki area RS dalam menjemput pasien gunakan ambulance yang identik dengan kandidat.*(Foto Istimewah)

 

 

Hendly Mangkali

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close