BERITA MORUT

Delis-Djira Naik Katinting 1,5 Jam Untuk Dengar Suara Masyarakat Ululaa

Delis-Djira Naik katinting 1,5 jam untuk dengar suara masyarakat Ululaa

Petasia Barat- Memasuki hari kelima masa kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Morowali Utara (Morut), Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS dan H. Djira K SPd, MPd, dilakukan melalui perjalanan panjang yang penuh tantangan.

Kampanye tersebut dilakukan di Desa Ululaa, Kecamatan Petasia Barat, Senin (5/10/2020). Untuk mencapai lokasi terpencil tersebut harus dilakukan dengan naik perahu katinting 1,5 jam lebih menyusuri Sungai Laa.
Semua rombongan paslon DIA (Delis-Djira) termasuk calon Wakil Bupati H. Djira, berkumpul di dermaga Ngangantiu Desa Tiu. Dengan menggunakan lima perahu rombongan kemudian berangkat beriringan.

Saat tiba di dermaga Ululaa, rombongan harus berjalan kaki sekitar 400 meter untuk tiba di desa itu. Sebagian memilih naik grandong yakni hand tractor yang sudah dimodifikasi untuk mengangkut hasil pertanian.

“Ini perjalanan mengasyikan tapi juga menegangkan,” kata Waris Kandori, Ketua Harian Tim Koalisi Paslon Delis-Djira, yang memimpin rombongan ini.
Beberapa tahun lalu Desa Ululaa bisa ditempuh dengan mobil dan sepeda motor terutama pada musim panas melalui Desa Togo Mulya. Namun belakangan ini jalan itu sudah tidak bisa dilalui sama sekali.

Desa Ululaa dikenal sebagai penghasil cokelat, jagung, kacang-kacangan, padi dan tanaman perkebunan lainnya.
Kendala utama selain terputusnya jalan darat, desa ini juga belum dijangkau aliran listrik.
Selain itu desa terpencil yang dihuni sebagian besar warga asal Sulawesi Selatan ini selalu menjadi korban langganan banjir.

Acara tatap muka dan pertemuan terbatas berlangsung di rumah H. Asri, salah seorang tokoh masyarakat setempat. Puluhan warga menyambut gembira kedatangan calon Bupati dan rombongan.

H. Djira menyatakan sangat prihatin melihat kondisi Ululaa saat ini. Masyarakat seperti dibiarkan sendiri untuk berjuang dan mempertahankan hidupnya.

“Beberapa tahun lalu saya pernah ke sini. Kondisi desa ini tidak ada kemajuan berarti. Ini sangat kontradiktif dengan kekayaan sumberdaya alam yang dimiliki Morut saat ini,” jelas mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Morowali Utara ini.

Dalam pertemuan itu, H. Djira secara singkat membeberkan visi misi dan program prioritas jika mereka diberi amanah memimpin Morut ke depan.

Menurutnya, tagline “Morut Sehat, Cerdas dan Sejahtera” yang tertulis dalam visi misi Paslon DIA, cukup rinci penjelasan dan penjabarannya.

“Intinya, kita berkomitmen agar masyarakat bisa sehat, cerdas dan bisa sejahtera kehidupannya. Alhamdulillah, pak Delis itu seorang dokter, dan saya mantan guru. Jadi ini perpaduan yang bagus,” ujar H. Djira.

Hal yang spesifik lainnya adalah pasangan calon ini keduanya merupakan putra daerah Morut yang punya kerinduan untuk membangun kampung halamannya.

Kepada masyarakat Desa Ululaa, H. Djira juga menyampaikan permohonan maaf karena calon Bupati Dokter Delis tidak sempat hadir karena mendadak ke Jakarta untuk urusan sangat penting.

Sementara itu, orasi politik dari tim koalisi disampaikan kader Golkar asal Petasia Barat, Yaristan Palesa, SH.

Seperti halnya H. Djira, Yaristan juga sangat prihatin melihat kondisi desa dan keberadaan masyarakat Ululaa saat ini.

Ia menjamin bahwa pasangan Delis-Djira merupakan pilihan terbaik untuk memimpin Morut ke depan. Pasangan ini punya konsep yang jelas untuk membangun daerah ini.

“Komitmen paslon Delis-Djira jelas. Mereka berdua putra daerah terbaik saat ini,” tegas Yaristan yang juga anggota DPRD Morut dari Golkar.*(Tim)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close