BERITA MORUT

Pelaku IKM Desa Moleono Terabaikan Pemda, Kini Harapan Pada “DIA”

Petasia Barat- Pelaku Usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM) berharap pada Delis Julkarson Hehi-Djira “DIA” yang memberikan perhatian kedepan.

Salah satunya adalah IKM Karunia Desa Moleono Kecamatan Petasia Barat. Pembuatan kacang krispy rasa ikan nilam, pembuatan kue bagea dari sagu, keripik pangsit dari ikan gabus hanya ada di Kabupaten Morowali Utara dan sudah memiliki kemasan yang menarik dipasarkan.

Namun produk olahan rumah tangga ini, yang sebenarnya sangat positif, baik memberikan pendapatan, menjadi ciri khas makanan ole-ole Morut, berjalan di tempat saja karena kurangnya perhatian Pemerintah Daerah dalam memberikan ruang pemasarannya.

Jumrah Wati salah satu pengurus IKM Karunia desa Moleono yang masih bertahan, dan terkadang memasarkan olahan mereka lewat media sosial mengakui kesulitan karena tidak adanya dukungan Pemda Morut sendiri.

“Suplayer gizi rumah sakit saja, tidak mau lagi pakai bakso ikan gabus, dengan alasan bakso ikan dari Palu lebih murah, padahal dari jenis ikan dan khasiat manfaatnya saja sudah beda,
Masyarakat IKM mau maju kalau tidak diberdayakan,hal sekecil itu tidak diperhatikan, kami berharap pada DIA,” ujarnya. (27/9)

Hal ini sangat miris, karena warga Palu saja yang misalkan habis perawatan di RS atau habis operasi mencari ikan gabus Morut yang dinilai bergizi, tetapi di Morut Pemda memilih beli ikan asal Palu karena lebih murah, padahal diakuinya selisih harga sedikit. Tetapi akan dapat untung banyak jika belanja dalam jumlah yang banyak juga.

Konsep mencari untung selalu melekat selama ini pada Pemda bahkan sektor IKM.*(red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close