SERBA SERBI

“Cudy-Mamun Vs Hidayat-Bartho, siapa yang paling berpeluang”?

“Cudy-Mamun Vs Hidayat-Bartho, siapa yang paling berpeluang”?

Oleh : Azman Asgar

Pilgub Sulteng berakhir dengan “Head to head”, segala drama politik yang menguras pikiran, tenaga, dan emosi telah berakhir sejak KPU menetapkan dua pasang calon yang resmi berebut suara di 9 Desember mendatang.

Siapa yang paling berpeluang menang?

Secara politis, semua kandidat punya kans dan peluang untuk menang, tetapi ada syarat utama dan basis materil yang kemudian membuat peluang kemenangan itu cenderung terbuka lebar dari salah satu pasangan kandidat yang bertarung.

Pilkada kali ini benar-benar berbeda dari pilkada sebelum-sebelumnya, sebab dilaksanakan tepat pada kondisi mengganasnya penyebaran Covid-19, sehingga membuat segala bentuk aturan main dalam kompetisi menjadi lebih “sempit”, penuh kehati-hatian, dan batasan.

Situasi ini akan memaksa semua kandidat untuk merumuskan kembali strategi dan taktik yang tepat di tengah situasi pandemi, dan itu mulai diberlakukan saat jadwal resmi dari KPU sudah ditetapkan. Tidak boleh ada konsentrasi massa, mengumpulkan orang dalam jumlah banyak, pakai masker, jaga jarak adalah keutamaan di pilkada kali ini.

Itu semua merupakan kebiasaan baru dalam pesta demokrasi lima tahunan yang rutin kita laksanakan, kesemuanya akan berdampak pada gerak-gerik kandidat dalam melakukan sosialisasi dan kampanye nantinya, semua telah di ikat oleh aturan protokoler Covid-19.

Partai dan relawan

Bagi saya, Partai dan Relawan adalah kunci kemenangan di tengah pandemi Covid-19 kali ini. Di tengah aturan yang begitu ketat nantinya peran dari struktur Partai dan Relawan sangat membantu dalam kerja-kerja pemenangan.

Pertarungan tersisa dua bulan lagi, kandidat tidak punya banyak waktu mengelilingi semua pelosok desa untuk menyampaikan gagasan dan programnya di tengah keterbatasan dan aturan yang ada, maka militansi relawan dan struktur Partai menjadi tumpuan terakhir kemenangan.

Rusdy-Ma’mun paling punya peluang menang.

Secara hitung-hitungan politik dan syarat materil, Rusdy-Ma’mun bisa memenuhi prasyarat kemenangan, mulai dari jumlah sokongan Partai Politik besar sampai pada menjamurnya relawan Rusdy-Ma’mun di akar rumput.

Relawan inilah yang kemudian menjadi pikiran dan gagasan Rusdy-Ma’mun di lapangan, relawan inilah yang mendekatkan gagasan Rusdy-Ma’mun sampai di akar rumput, militansi dari semua relawan yang nantinya memastikan gagasan Rusdy-Ma’mun sampai pada semua segmen masyarakat di Sulawesi tengah.

Syarat materil kemenangan itu lebih tercukupi di pasangan Rusdy Mastura dan Ma’mun Amir, bagaimanapun setiap kemenangan punya proses, dan proses itu punya syarat-syarat tertentu. Dengan begitu kemenangan tidak bisa hanya menjadi sekedar perang psykologi, tapi lebih terencana dan terstruktur dalam bentuk kerja nyata di akar rumput.

Tulisan ini hanya berangkat dari sudut pandang basis materil sebagai prasyarat kemenangan, selebihnya sudah menjadi ketetapan pemilik bumi dan langit yang lebih otoritatif.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close