BERITA MORUT

Mengendus “Aroma Busuk” Rehab RKB Gedung Sekolah SDN Winangabino Tahun 2019

Mengendus “Aroma Busuk” Rehab RKB Gedung Sekolah SDN Winangabino Tahun 2019

Beritamorut.com-
Rehabilitasi RKB (Ruang Kelas Baru) sekolah di SDN Winangabino dianggarkan melalui DAK dana alokasi khusus tahun anggaran 2019 oleh Pemerintah (swakelola),dengan pagu anggaran 797.407.200.00. Dengan volume kegiatan 6 (enam) ruang kelas belajar dan waktu pelaksanaan 120 hari kalender, tanggal mulai pekerjaan 29 mei 2019 dan rencana selesai pekerjaan tersebut tanggal 29 september 2019,

Pihak pengelolah pekerjaan tersebut yaitu kepala sekolah SDN Winangabino yang akrab di panggil, TEO”pekerjaan diduga kuat hanya mementingkan keuntungan yang besar.

Melalui laporan orang tua siswa yang namanya enggan dipublis kepada media ini (4/01/2020). Pak tolong dulu kami orang tua murid yang ada di desa Winangabino,

Bapak lihat dulu pekerjaan sekolah yang ada di desa kami ini
pekerjaannya diduga kuat sangat amburadul sekali.di sebabkan karena pekerjaannya diduga tidak sesuai “Spek” karena disaat pemasangan tehel lantai tidak di lakukan pengecoran lantai terlebih dahulu,agar supaya kedudukan tehel berada di atas coran lantai. Bukan langsung Cor di Atas tanah timbunan.sunguh ironis dan memalukan pemasangan tehel langsung duduk di atas timbunan tanah yang bercampukan pasir, dan pasir yang terpakai dalam pekerjaan tersebut di duga kuat bercampuran dengan tanah.

Merasa penasaran media ini menelusuri, hasil laporan masyarakat terkait Rehabilitasi sekolah yang ada di desa Winangabino tersebut, dan mendapati para pekerja,yang sementara melaksanakan pekerjaan perehapan sekolah.

“salah seorang pekerja tidak bisa memberi komentar apa apa di karenakan kepala sekolah tidak berada di tempat pada saat itu.

Kemudian media ini menuju ke desa LIJO, kecamatan Mamosalato.kabupaten Morut dimana tempat kediaman kepala sekolah SDN INPRES Winangabino, alhasilnya kepala sekolah yang di maksud tidak berada di rumahnya.

media ini semakin penasaran dan kembali lagi menuju ke tempat sekolah yang di kerjakan tersebut,di desa Winangabino kecamatan Mamosalato.dan mendapati kepala sekolah tersebut berada di sekolah yang sementara direhab pada tanggal 25/01/2020.

Kepala sekolah (TEO) menerangkan bahwa pekerjaannya sudah sesuai dan kuat, jika kurang yakin silahkan di bongkar.

Anton Kamagi selaku anggota gerakan anti korupsi GaK DPD sulteng kepada media ini (25/01/2020) dirinya sangat menyayangkan dengan kinerja dari kepala sekolah SDN Winangabino yang pekerjaannya asal jadi.

Menurut Anton kita ini sekarang sering terjadi gempah bumi nah jika ini terjadi di saat anak anak kita yang sedang belajar dalam kelas jika datang gempah bumi lantas sekolah tersebut roboh, siapa yang di salahkan? apakah anak anak? atau orang tua murid? Atau hanya di katakan Musibah? Dalam hal ini, Justru seorang kepala sekolah yang melakukan perkerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan pemerintah yang sehurusnya menjadi panutan untuk menunjukan mutu atau kwalitas suatu pekerjaan.bukan malah menunjukan pekerjaan yang diduga hanya mementingkan suatu keuntungan yang besar, tanpa memikirkan keselamatan anak-anak di saat belajar mengajar.

Berita ini sudah terbit di media targettipikor.com edisi Januari tahun 2020. Sampai saat ini tidak ada tanggapan dari pihak penegak hukum. Mengapa?

 

Sumber: Targettipikor.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close