BERITA MORUT

“AMBURADUL” Proyek Ratusan Juta Jalan Desa Uepakatu Tahun 2019

“AMBURADUL” Proyek Ratusan Juta Jalan Desa Uepakatu Tahun 2019

Uepakatu Morut. targettipikor.com,- Pengelolaan anggaran Dana Desa (ADD) Di Desa Uepakatu Kecamatan Momosalato Kabupaten Morowali Utara diduga kuat dijadikan bisnis oleh Kepala Desa Uepakatu hal ini di benarkan oleh pihak pemborong pekerjaan jalan didalam desa dari Dusun satu (1) menuju ke Dusun Dua(2) Desa Uepakatu sebut saja,,mang warga Desa Pokeang kecamatan Bungku utara.

Kepada media ini menjelaskan sedetail mungkin,” Mang”menyebutkan bahwa Dari keseluruhan dana tersebut di keluarkan oleh kepala desa untuk pemotongan pajak dan pemotongan biaya untuk gambar, sesudah itu dipotong lagi oleh kepala desa sebesar 10 persen untuk kepala desa”, tandas”Mang” kepada. saat di temui dikediamannya di Desa Pokeang Kecamatan Bungku Utara. “Sungguh ironis sekali dan sangat memalukan tentang pembuatan jalan yang menghubungkan antara Dusun satu, ke Dusun Dua sangat memprihatinkan sekali pekerjaannya. Jika melihat dari pagu anggaran yang tertera dipapan informasi sangat fantastis yaitu Rp.350.000.000 akan tetapi pekerjaannya sangat amburadul, akibat dari pekrjaan yang dikategorikan asal jadi tersebut, jalan yang menghubungkan antara Dusun satu ke dusun Dua, dikategorikan Jalan Setapak, Anton Kamagi pun angkat bicara terkait pekerjaan jalan tersebut,Anton kepada media ini mengatakan bahwa jalan tersebut hanya jalan setapak saja, karena tidak sesuai dengan pagu Anggaran yang tertera di papan informasi pak. tandas tandas Anton,sambil berlalu meninggalkan tempat.

Merasa tidak puas wartawan media ini pergi menemui Sekdes selaku kordinator TPK ternyata Sekdes di Desa Uepakatu tidak berada di tempat, menurut informasi masyarakat setempat bahwa di desa uepakatu tidak mempunyai Sekdes, hal ini di benarkan oleh anggota BPD desa Uepakatu,Anggota BPD menjelaskan kepada media ini bahwasannya di desa Uepakatu, sekertaris desa(Sekdes)tidak ada.tegas Anggota BPD.

Untuk sekertaris desa(Sekdes) sekarang di tangani oleh Kaur Umum, dan dan Kaur Umum tidak berada ditempat juga pada saat itu ucap BPD.

Kemudian awak media ini mencari kebenaran tentang pengelolaan anggaran Dana Desa,di Desa Uepakatu, dan mencari kepala desa Uepakatu (NERORIA) di kediamannya pada saat itu. hasilnya juga sama,bahwa kepala desa Uepakatu (NERORIA) juga tidak berada di tempat.

“Anton Kamagi” selaku Kaur Pembangunan saat ditemui media ini di kediamanya di Desa Momo Kecamatan Momosalato mengatakan dengan tegas bahwa pembangunan jembatan yang ada antara dusun satu ke dusun Dua yang di kerjakan dengan Dana Desa di tahun 2019, menuai konflik di kalangan masyarakat akibat dari pekerjaan yang dikerjakan oleh Kepala Dusun dan pemborong jalan tersebut.

Menurut Anton bahwa dirinya selaku Kaur Pembangunan sudah sering menegur kepada pekerja/kepala dusun selaku TPK bahwa pekerjaan tersebut sudah menyalahi aturan, karna sudah tidak sesuai gambar yang ada”tandas Anton. Maka dari itu Anton Kamagi Selaku Kaur Pembangunan pada saat itu, meminta kepada Penegak hukum agar supaya dapat di tindaki sesuai dengan hukum yang berlaku, di NKRI.

Masih dari Anton Kamagi, Meminta kepada pihak penegak hukum,agar suapaya dugaan tindak pidana korupsi ini harus ditindaki dengan serius oleh penegak hukum agar supaya menjadi cermin untuk yang lain, agar ada efek jera kedepannya Nanti dan jangan ada yang bermain dalam kasus ini.tegas Anton.

Sumber: Targettipikor.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close