BERITA MORUT

Ada Dugaan Proyek “TEMPEL” Bangunan Rumah Genset RS Kolonodale Tahun 2019

MOROWALI UTARA- Pekerjaan bangunan rumah genset jadi pintu masuk membongkar oknum-oknum di Dinas terkait yang memiliki kewenangan lalu diduga “memainkan” proyek di tahun 2019. Siapa yang bermain di Pekerjaan bangunan Rumah genset tahun anggaran 2019, atau bisa disebut proyek “TEMPEL” ini..?

Pekerjaan ini menjadi menarik bukan pada nilai pekerjaannya saja, tetapi konstruksi bangunan yang digunakan saat ini adalah bangunan gardu jadi sebelumnya yang pindah lokasi. Saat ini bangunan Gardu yang baru disebarang jalan dekat bangunan ruang rawat. yang bila menghitung volumenya berdasarkan kondisi rumah genset saat ini, itu sdah mencapai 70%.

Foto bangunan gardu jadi, yang akhirnya dipindahkan karna longsor

Rabu 26 Agustus 2020 kami menelusuri dugaan proyek “TEMPEL” bangunan rumah genset di Rumah sakit Kolonodale dari Tahun anggaran 2019.
Berdasarkan informasi jika bangunan gardu listrik ini dikerjakan oleh salah satu rekanan, kemudian di pindahkan karna kondisi longsor. Dengan perjanjian bangunan sebelumnya yang dikerjakan melalui salah satu rekanan yaitu Felix Peuru, dan PPK saat itu Delfia Parenta bangunan lama ini akan dijadikan rumah genset setelah selesai dilakukan bronjong. Namun yang terjadi pada saat anggaran bangunan rumah genset keluar, pekerjaan bangunan gardu dilanjutkan menjadi rumah genset oleh rekanan yang lain, tanpa memberikan konfirmasi apalagi kompensasi atas bangunan sebelumnya.

Bangunan gardu yang dilanjutkan jadi rumah genset saat ini (Foto hari ini)

“Kalo konstruksinya itu kan bangunan gardu jadi pondasi pembesiannya itu cukup besar volumenya. Galian pondasi pakai exa kecil, Bangunan tiang semua sudah dan pasangan batu sudah 25 cm sampe di bahu. Kalo di lihat dari bangunan rumah genset sekarang yang saya kerja sudah kisaran 75%,”ujarnya via pesan whatshap. (25/8).

Rekanan yang mengaku bahwa bangunan gardu ini milik kakaknya dan ia yang mengerjakan juga menambahkan,

“Jadi itu proyeknya kakak bangunan gardu Listrik tapi karena Longsor di samping maka bangunan GARDU di pindah dengan hitungan bangunan pertama nanti akan di jadikan rumah genset kalau sudah di BRONJONG, yang longsoran itu dan dia juga yang kerja bronjongnya itu. Pa Delfia janji setelah selesai bronjong maka akan di anggarkan rumah genset dengan catatan kita yang kerja meneruskan bangunan gardu yang pertama itu. Namun setelah keluar anggaran dan kami tidak tau ehhh diam-diam itu rumah genset dia kerja tanpa pemberitahuan ke kami, apalagi mo beri kompensasi atas bangunan yang kami kerja,”ujarnya.

Atas pernyataan rekanan tersebut, reporter media ini Chiprianus Pongkaso menemui salah satu staf dilokasi bangunan rumah genset saat ini, dan staf tersebut tidak berkenan namanya disebutkan menyatakan,

“Iya bangunan rumah genset sekarang adalah bangunan gardu yang sebelumnya,” ujar staf tersebut.

Anggaran bangunan rumah gardu pada bangunan pertama sudah terserap sekitar 90 juta. Sementara anggaran bangunan rumah genset tahun 2019 memiliki anggaran tersendiri  dari APBD.

Untuk mengetahui pemenang paket pekerjaan sesungguhnya dan nilainya. Kami mencoba berkoordinasi dengan admin LPSE Morut Aswar. Namun hingga berita ini dirillis admin tersebut memberi kabar sedang diluar kantor.

“Soalnya saya lagi di luar pak tidak pegang laptop,”tulis Aswar.

Proyek bangunan gardu yang sudah ada menggunakan pembesian yang sedang kami kumpulkan nilainya, Proyek rumah genset yang hanya menempel dibangunan jadi tersebut, diduga dimanfaatkan oknum yang memiliki kepentingan dalam kegiatan tersebut, dan diduga ada permainan didalamnya. Sejumlah proyek lainpun menjadi tanda tanya hingga berita ini dirillis…

Keterlibatan oknum pegawai di Instansi berwenang, akan jadi pintu masuk bagi penegak hukum membidik semua proyek “TEMPEL” yang terjadi.

 

 

Chip/Hend

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close