BERITA MORUT

“AMBURADUL” Jembatan Proyek Pemda Morut 2019, Kok Dibiarkan..??

MOROWALI UTARA- Ini adalah salah satu Pekerjaan proyek Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Morut) Tahun anggaran 2019 yang sangat “amburadul” dan terkesan asal-asalan menghabiskan dana daerah.

Proyek Jembatan TA.2019 jalan masuk Bungini yang hampir roboh

Jembatan Akses jalan masuk ke Bungini wilayah Bunta Kecamatan Petasia Timur Kabupaten Morut ini justru hampir roboh, dan warga memilih lewat bawah. Rekanan yang mengerjakan pembangunan jembatan ini di anggap sengaja melakukan pembiaran, karena telah ditegur oleh Kepala Desa Bunta Christian Lolo.

Warga terpaksa melintas dibawah jembatan

“Oh iya tanya pak Rahlan itu anggaran APBD, te beres kerja sudah saya tegur juga lalu cuma dibiarkan saja tidak bertanggung jawab, kroscek ke dia saja,”tulis Kades Bunta. (4/8)

Kades Bunta juga menambahkan pekerjaan ini dikerjakan oleh subkontraktor, dan hingga saat ini jalan lewat bawah jembatan digunakan masyarakat dan perusahaan tambang yang ada.

Kami mencoba koordinasi melalui pesan whatshap kepada Kepala Dinas PU Morut Agung Ponga ST. MT dan Kepala Bidang Bina Marga PU Morut Destuber Mataori, namun hingga berita ini di rillis, kedua pejabat ini membaca pesan whatshap dan belum memberikan jawaban apapun.(4/8)

Hasil konfirmasi Kepada Kadis PU Belum ada jawaban

Salah satu warga yang sering melintas di bawah jembatan dan merupakan karyawan perusahaan Ari Monina prihatin dengan kondisi jembatan yang dinilainya hanya habiskan anggaran.

Hasil konfirmasi dengan Kabid Bina Marga belum ada jawaban

” Torang lewat bawah jembatan bale, karna somo roboh itu jembatan, biar motor tidak bisa, mungkin hanya anggaran mo dihabiskan saja jadi sembarang dorang kerja,”Ujar Ari via Telpon kepada media ini.(4/8)

Potret pekerjaan proyek 2019 ini diduga ajang bagi-bagi paket saja oleh masyarakat, sehingga anggaran daerah digunakan dan hasil nya justru menambah masalah yang ada. Masyarakat berharap pihak kepolisian melalui Polres Morut menyelidiki dugaan “kongkalikong” pada pekerjaan jembatan tersebut.

“Kalau Polres yang selidiki itu pasti kena, karna banyak sekali dorang kongkalikong, dan sub kontraktor dan kontraktornya itu tidak dipake memang kalau ada pekerjaan, cuma heran dorang yang bisa kerja,” ujar salah satu warga yang enggan namanya disebutkan media.

 

 

HENDLY MANGKALI/TIM

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close