BERITA MORUT

Pembentukan PANSUS, Fraksi PKB dan Fraksi Merah Putih Keluar Dari Ruang PARIPURNA

Pembentukan PANSUS, Fraksi PKB dan Fraksi Merah Putih Keluar Dari Ruang PARIPURNA

MOROWALI UTARA- Pada sidang paripurna 28 juli 2020 terkait persetujuan Panitia Khusus (pansus) covid 19, ada 2 fraksi keluar dari ruangan rapat karena menolak voting tertutup dalam penentuan pembentukan pansus covid-19.

Ketua fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jeffisa Putra yang dihubungi media ini menjelaskan alasan fraksi PKB angkat kaki dari ruangan paripurna.

Jeffisa Putra Ketua Fraksi PKB DPRD Morut

“Kami keluar karena saya selaku ketua fraksi PKB menolak voting tertutup dalam penentuan pembentukan pansus. Kita harus terbuka ke masyarakat terkait kebijakan publik karena kita ini pejabat publik. Saya secara tegas menyatakan bahwa fraksi PKB mendukung penuh pembentukan pansus covid 19, dan jika ada pihak-pihak yang tidak sepakat itu tidak jadi masalah karena kita ini berdinamika dalam politik, biar masyarakat yang menilai mana wakil-wakil nya yang benar mengawal penggunaan dana covid 19.
Dalam penggunaan dana covid sangat terang benderang ada indikasi pelanggaran. Saya contohkan saja dalam penggunaan dana pada jaring pengaman sosial pada dinas sosial kabupaten Morowali Utara. Selisih harga saja sudah bisa dijadikan indikasi awal penyelewengan dana covid 19, itu baru satu dinas, dalam Rapat dengar pendapat (RDP) dengan gugus covid sangat jelas dipaparkan terkait selisih harga, kemudian terkait kebijakan penyedia yang saya anggap tidak mengikuti edaran KPK dan LKPP terkait pengadaan barang dan jasa dimasa pandemik, jadi sangat lucu ketika pansus tidak dikehendaki,”Ungkap Jeffisa

Bung Jeff sapaan Jeffisa Putra juga menambahkan, saya tegaskan jika ada anggota fraksi yang tidak patuhi keputusan fraksi terkhusus partai PKB maka saya selaku sekretaris PKB Kabupaten Morowali Utara akan mengajukan pemberhentian ( PAW) ke DPP PKB karena amanat DPP sangat jelas untuk mengawal penggunaan anggaran covid melalui pansus. Tapi saya syukuri semua anggota DPRD dari PKB patuh terhadap putusan partai.
Jadi jika hari ini masyarakat bertanya terkait pansus covid 19 di Morut maka kami sdah punya argumentasi terkait tidak di setujuinya pansus”.tutup Jeffisa

Senada dengan fraksi PKB , fraksi merah putih juga keluar dari ruang paripurna menolak voting terkait pansus. Anggota DPRD Morut dari Fraksi Merah putih Helen mengatakan,

Helen Anggota DPRD Morut Fraksi Merah Putih

“Kita keluar karena tidak sepakat dengan voting, sebab disetujuinya pansus oleh bamus adalah final jadi buat apa voting lagi, bamus itu sudah ada 3 pimpinan dan keterwakilan dari 5 fraksi seharusnya kalau mau voting itu di lakukan pada saat bamus bukan pada saat paripurna. Paripurna itu sisa pembacaan nama-nama usulan fraksi untuk pansus dan pengesahan pansus, bukan mau voting.
Keputusan bamus itu sah karena di paripurnakan serta sudah ditandatangani , di cap dan ada nomor surat, kita yang susun jadwal bamus kok kita yang tidak melalukukannya, kan lucu ” ungkap helen

Maka dari itu fraksi PKB dan Merah Putih menggambil sikap allout dari ruang paripurna, biarlah masyarakat yg menilai, karena kita berada di lembaga yang terhormat ini karena suara masyarakat., Fraksi PKB dan Fraksi Merah Putih sudah berupaya memperjuangkan Pansus Covid 19 ini terbentuk tapi apalah daya kita hanya 2 Fraksi sementara di lembaga yg terhormat ada 5 Fraksi” ucap helen.

Banyak data dan penyampaian masyarakat terkait penggunaan dana covid 19, harusnya fungsi kita adalah mengawasi dan merekomendasikan terkait cara dan peruntukan serta penggunaan dana covid yg nilainya 49 M itu, kan jadi rancu serta menimbulkan tanya ketika ada pihak-pihak yang tidak menyepakati pansus terbentuk, “tutup Helen.

 

 

Hendly

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close