MOROWALI

Soal Pembebasan Lahan PT. ATI Pemilik Lahan Lapor Polisi, Kepala Desa Bersama Istri Ikut Di Periksa.

Soal Pembebasan Lahan PT. ATI Pemilik Lahan Lapor Polisi, Kepala Desa Bersama Istri Ikut Di Periksa.

MOROWALI- Saat ini di Desa Sambalagi Kecamatan Bungku Pesisir, salah satu perusahaan bernama PT ATI sedang menggenjot proses pembangunan smelter. Pembangunan smelter itu, berada tepat diatas lahan masyarakat yang hingga saat ini masih menyisakan permasalahan.

Permasalahan itu berupa, belum sepenuhnya masyarakat pemilik lahan menerima ganti rugi dari pihak perusahaan. Namun, lahannya telah digunakan oleh PT ATI untuk pembangunan smelter.

Salah satu warga bernama Najib yang mengaku sebagai pemilik lahan yang mana saat ini telah digunakan PT ATI untuk pembangunan smelter menyatakan bahwa, hingga kini dirinya sama sekali belum menerima ganti rugi dari pihak perusahaan.

“Saya sudah melakukan pelaporan ke pihak Polres dalam hal ini di satuan Reskrim Polres Morowali pada bulan Maret tahun 2020 ini, namun sampai saat ini belum ada kelanjutannya,”tegas Najib saat ditemui di salah satu pusat keramaian Rabu kemarin (22/7).

Ia mengatakan selain dirinya, pihak BPD Desa Sambalagi juga telah melaporkan hal serupa ke Polres Morowali. Laporan itu dibuat, karena pihak BPD Sambalagi menerima laporan dari masyarakatnya bahwa lahan mereka yang digunakan PT ATI juga belum diganti rugi.

Lebih lanjut Najib mengungkapkan bahwa lahannya yang belum diganti rugi PT ATI seluas kurang lebih 6 hektar. Saat itu usai memasukkan laporannya, terjadi negosiasi antara pihak perusahaan dan dirinya. Hasil negosiasi itu terjalin kesepakatan bahwa, dari total 6 hektar lahan Najib yang siap diganti rugi hanya kurang lebih 4 hektar.

“Awalnya pihak Kepolisian sangat merespon laporan saya namun sekarang saya liat malah menjadi mediator, kemarin pihak desa mengakui ingin bayarkan seluas empat hektar namun belum ada juga. Dan sekarang saya tidak mau lagi, saya ingin dibayarkan sesuai dengan surat yang saya pegang seluas enam hektar,”ungkapnya.

Menurut sumber yang tidak ingin di sebut namanya menambahkan jika Kepala Desa Sambalagi bersama istrinya ikut di periksa soal transferan uang ke rekening istri Kepala Desa namun belum ada juga kelanjutannya

“Istri dan Kepala sudah di periksa karena ada transferan senilai miliyaran yang katanya itu uang pembebasan lahan” Ujarnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polsek Morowali AKP Donatuskono saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, terkait aktivitas pembebasan lahan di Desa Sambalagi yang kini menuai permasalahan pihaknya masih sementara melakukan proses penyelidikan. Menurutnya, hingga kini dari hasil pemeriksaan belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka.

“Kita tetap di koridor Hukum. Penyelidikan perkara tersebut masih berjalan, belum ada yang jadi tersangka sementara kita selidiki,”jawabnya.

 

Adhy/Hend

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close