BERITA MORUT

Petugas Cleaning Service Ruang Isolasi Covid-19 RS Kodal Tiba-Tiba Menangis Terisak, Sesak Diantara Bahagia Perawat

BERITA MORUT- Tumpah deras air mata, terisak dan terasa sesak bagi petugas cleaning service (CS) ruang isolasi pasien covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah Kolonodale Kabupaten Morowali Utara (Morut), saat menyampaikan kesedihannya kepada media ini melalui sambungan telpon, Rabu 8 Juli 2020.

Selama 51 menit dalam rekaman pembicaraan kami, petugas CS ruang isolasi pasien positif covid-19 yang tidak kami sebutkan namanya, tak tahan menumpahkan kesedihan akan kisah yang dialaminya. Selama 3 menit dalam rekaman pembicaraan, petugas ini hanya menangis tidak dapat berkata-kata sedikit pun, tidak menuntuk haknya, namun hatinya pilu saat didepan matanya, petugas CS diruangan lain yaitu IGD gembira menerima bonus dari inisiatif perawat IGD.

Sabtu 4 juli 2020 adalah hari yang membahagiakan tentu bagi setiap perawat yang selama ini berdedikasi dalam perjuangan melawan covid-19 di RS Kolonodale. Petugas perawat RS Kolonodale menurut sumber kami, khususnya bagian Laboratorium, radiologi, IGD dan yang paling beresiko adalah ruang isolasi, menerima transfer insentif covid-19 yang diperkirakan bersih nilainya 22 juta per orang.

Diantara tawa ria petugas perawat yang wajar sebagai imbalan atas jasa mereka, ada sejumlah CS yang juga bekerja sepanjang covid-19. Dari sekitar belasan CS yang bertugas, ada 2 orang CS laki-laki di ruangan IGD, dan hanya 1 CS perempuan ditempatkan diruang isolasi pasien positif covid-19. Selama masa pandemi, CS ruang isolasi yang memulai kerjanya jam 6 pagi sampai jam 3 sore bekerja sebagai CS. Dan selama 2 jam CS full berada dalam ruangan pasien covid-19 mengangkat sampah, membersihkan toilet, dan membuangnya dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

“Setiap saya pulang ke rumah, saya agak merasa tidak enak selama masa covid-19, kepada keluarga dan tetangga karna pekerjaan saya diruang isolasi positif”,ujar CS ini.

Petugas CS ruang isolasi ini menambahkan, mungkin bukan rejekinya mendapatkan bonus tambahan, seperti gembira yang dirasakan CS diruang IGD.

“Mungkin bukan rejeki saya pak, seperti Wahidin dan om Onte diruang IGD dapat bonus, perawat IGD kumpul-kumpul berbagi, tetapi bagaimana perasaan ketika saya lihat, dan dengar didepan saya, sementara saya yang paling beresiko karena saya di ruang isolasi”,katanya

Petugas CS adalah pegawai yang digaji oleh PT. Celebes Cemerlang Center. Petugas CS ini berkisah sejak november 2019 bertugas, dimasa covid-19 saat beban dan resiko kerja bertambah, gajinya tetap seperti awal 1.500.000 setiap bulannya. Tidak ada disediakan BPJS Kesehatan ataupun BPJS Tenaga kerja yang harusnya ikut dimuat dalam kontrak kerja berdasarkan Undang Undang Ketenagakerjaan.

Salah satu petugas RS Kolonodale yang coba melakukan percakapan melalui pesan whatshap, setelah membaca komentar di medsos facebook, dengan media hari ini rabu 8 juli 2020 berdalih ada aturan pembayaran insentif hanya untuk tenaga kesehatan (nakes) dan mengakui baru mengetahui rekanan yang digunakan selama ini, PT. Celebes Cemerlang Center tidak menyediakan bpjs.

Ini adalah fakta betapa buruknya pengelolaan manajemen RS Kolonodale selama ini, sementara anggaran sektor kesehatan nilainya fantastis. (Gambar ilustrasi)

 

Heandly Mangkali

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close