POSO

Pemuda Poso Minta TNI Dan Polri Sepakat Akhiri Konflik Di Gunung Biru

Pemuda Poso Minta TNI Dan Polri Sepakat Akhiri Konflik Di Gunung Biru

BERITA MORUT, POSO- Mewakili pemuda Kabupaten Poso Irwan, Aljufri, Upik Pagar Dan Iin Brur, yang biasa juga aktif dalam beberapa aksi kemanusian Poso angkat bicara soal konflik Gunung Biru, menurut mereka konflik yang sampai saat ini tidak berakhir dijadikan ajang kepentingan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab

“Kami sudah bosan dengan keadaan ini sebenarnya kekuatan apa yang mengistimewakan kelompok separatis sampai pihak penegak hukum yang bertanggung jawab tidak bisa menyelasaikan persoalan konflik Gunung Biru, atau jangan-jangan memang sengaja para oknum penegak memberikan ruang pergerakan kepada kelompok separatis ini sehingga terlihat kuat” Imbuh Iwan dan AL, saat ditemui dikediamannya di Desa Tabalu Jumat, 05/2020.

Lanjut oleh mereka keinginan untuk berhentinya konflik di Kabupaten Poso, sangat besar bahkan menurut mereka coba libatkan TNI untuk menyudahi masalah yang tidak jelas ini, sebab begitu banyak anggaran dihabiskan hanya untuk menyelesaikan konflik yang tidak ditau kapan berakhir

“kami tidak berpihak kesiapapun, hanya kami sudah bosan dengan masalah yang tidak ditau ujung ceritanya ini, jadi kalau bisa coba pihak Kepolisian bersama-sma TNI sepakat untuk benar-benar mengakhiri masalah yang ada, karena mau berapa banyak lagi korban yang akan berjatuhan, kami capek pak, terkusus buat Gubernur dan Presiden semoga mereka baca berita ini kiranya pak Presiden tau jika konflik Gunung Biru dianggap masyarakat Poso hanyalah Projek karena hanya menghabiskan anggaran dan kongliknya tidak pernah selesai” Paparnya.

Ditambahkan jika dalam situasi pandemi Covid-19 masyarakat Poso Pesisir Utara berharap bukan diberikan bantuan sembako atau BLT, tetapi mereka berharap diberikan kedamaian dan keamanan karena bagi mereka tanah Poso memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah terutama wilayah Poso Pesisir yang selama ini dikenal menjadi penyumbang sumber pertanian dan perkebunan

“sebenrnya jika mau jujur masyarakat yang terdampak Covid-19 di daerah Poso Pesisir Utara tidak butuh sembako atau BLT namun butuh kenyamanan yang aman itu saja karena terbukti masyarakat Pesisir penghasilannya semata2 bertani dan berkebun, jadi kasian kalau setiap naik kebun menjadi korban konflik Aparat dan kelompok separatis” tambahnya.

 

BIRO SULTENG: JUMADIN TARAROPO

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close