BERITA SULTENG

Setelah Menembak Sekitar 8 Orang Hampiri Korban “Pelaku Mengaku Polisi”

Setelah Menembak Sekitar 8 Orang Hampiri Korban “Pelaku Mengaku Polisi”

BERITA MORUT, POSO- Masyarakat Kabupaten Poso Kecamatan Poso Pesisir Utara lagi-lagi menjadi korban konflik Aparat keamanan dan kelompok separatis gunung biru atau dikenal dengan kelompok Mujahidin Indonesi Timur (MIT). Kepala Desa Kilo Widiyanto, saat ditemui Media ini memaparkan bahwa ia mendapatkan informasi dari salah satu Kepala Dusun melalui telepon genggam jika ada warganya tertembak di kebun dan salah satu korban meninggal dunia di TKP, sedangkan korban satunya lagi sempat diberikan pertolongan oleh kerabat korban yang saat itu bersama-sama dikebun namun tidak tertembak

“kepala dusun telepon saya, mengabari jika ada warga saya tertembak kemudian saya tanya, terus? dijawab jika satu telah meninggal dunia yang satunya luka parah, kemudian saya tanyakan bagaimana motifnya dijawab belum ditau, setelah beberapa menit saya telepon kedua kali jawaban Kepala Dusun mau kesana mau jemput, jadi saya bilang oh iya jemput saja kasian mayat itu. Lanjut, saya ke Desa Maranda menunggu mayat, saat masuk magrib saya pulang setelah magrib saya kesana ulang tetapi tidak ada sudah orang dan saya telepon tanyakan mayat sudah dimana dijawab mayat sudah dirumah tetapi sudah dua-dua ini, saya tanyakan kembali bagaimana keadaan dan diberitahukan untuk tidak usah naik karena keadaan sudah gelap nanti esok hari saja” Papar Widiyanto

Mengenai siapa pihak yang melakukan penembakan Widyanto mengaku tidak mengetahui dan belum mendapatkan informasi sebab menurutnya ada pihak yang lebih tau dan lebih layak menyampaikan mengenai informasi siapa pihak yang melakukan penembakan tersebut karena saat ini dirinya lagi fokus mengatur pembagian bantuan terkait Pandemi Covid-19

“belum ada informasi siapa yang menembak, soalnya saya lagi mengatur masalah pembagian BLT ini saja lagi sibuk-sibuk mengatur, hanya saja alhamdulillah keluarga korban sudah selesai melakukan pemakaman sedangkan korban satunya lagi jasadnya dibawa pulang ke kampung halamannya” kata Kades.

Secara terpisah Muh. Yusup, yang merupakan anggota DPRD Poso ditemui Media menjelaskan jika dirinya mendapatkan informasi dari beberapa korban yang selamat mengenai siapa pihak yang melakukan penembakan terhadap dua korban meninggal dan menurutnya kejadian ini bukanlah hal yang sulit diungkap mengenai pelaku penembakan, karena dari enam korban tersisa empat korban hidup sedang dua korban meninggal

“Ini enam orang korbannya dua yang meninggal empat selamat dan empat yang selamat ini tiga diantaranya tau pelakunya karena setelah melakukan penembakan pelakunya mendekati pondok dan para korban, mereka terang-terangan saja mengaku kalau mereka Polisi” Ujar Yusup menyampaikan cerita dari korban selamat.

Lebih lanjut Yusup menjelaskan bahwa dari empat yang selamat tiga korban yang mengetahui persis bahwa para pelaku penembakan adalah aparat berpakaian Polisi karena yang satunya saat itu fokus berupaya menyrlamatkan korban yang kena tembakan yangbtidak lain anaknya sendiri yang bernama FM, sehingga tidak melihat jelas para pelaku salah satu korban lainnya bernama Agus lagi berupaya menyelamatkan korban luka tembak atas nama FM yang merupakan anaknya sendiri jadi ia tidak melihat jelas para pelaku

“Pak Agus ini melihat anaknya bernama FM (17) tertembak ia mencoba berupaya menolong anaknya, karena saat itu anaknya masih bernyawa jadi dia mencoba evakuasi anaknya agar bisa tertolong, sementara itu adik SF yang tidak mau lari karena berusaha menjaga jenazah SF didekati oleh pelaku penembakan dan kemudian adik SF menelpon dua kawan lainnya berada di KM 8, bahwa SF sudah meninggal dan dua korban selamat ini menghampiri korban SF dan saudaranya yang lagi jaga jenazah SF, kemudian para pelaku menghampiri tiga korban hidup dan satu korban meninggal, menurut korban selamat jika terlihat para pelaku menggunakan atribut Kepolisian, ada juga hanya memakai kaus biasa bertuliskan Polisi” Jelas Yusup

Ditambahkan Yusup alasan mengapa pelaku tidak memghabisi tiga nyawa korban selamat, dikarenakan salah satu pelaku menyadari jika yang ditembak adalah masyarakat dengan teriakan tunggu dulu jangan-jangan ini masyarakat biasa kemudian pelaku penembakan menghampiri para tiga korban yang masih hidup dan satu korban meninggal

“ditambahkan cerita korban selamat kepada saya, saat itu terdengar teriakan dari pelaku tunggu dulu jangan-jangan ini masyarakat biasa sampai para pelaku hampiri korban kemudian terjadi percakapan antara korban dan para pelaku” tambahnya.

Pihak Kepolisian Polres Poso, melalui Kapolres Akbp. Darno dikonfimasi mengenai penembakan yang terjadi di Desa Kilo ia mengatakan jika pihak Kepolisian masih mendalami kasus penembakan yang tersebut dan ditanyakan terkait dugaan penembakan yang dilakukan oleh oknum aparat Kepolisian, dirinya belum menjawab

“Untuk ini masih didalami bro” Jawab Kapolres via pesan Whatsapp.

 

 

BIRO SULTENG: Jumardin Taroropo

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close