BERITA MORUT

Kades Korowou Diduga Mainkan Data BLT

BERITA MORUT- Kepala Desa korowou, kecamatan lembo, kabupaten morowali utara (Morut), Erman Tamalanga diduga memainkan data warga penerima Bantuan langsung Tunai (BLT), dari alokasi dana desa yang harusnya diterima warga 600 ribu per bulan.

Salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya, menceritakan kepada media ini (29/5), “kami pagi dipanggil terima dana BLT 600 ribu, sore nya dana itu diminta kembali oleh pemerintah desa kerumah tanpa alasan yang jelas”,ujar warga ini.

Sementera warga lainnya yang masuk kategori lanjut usia (lansia) pue lauti dalam video yang dikirim kepada media ini menjelaskan, “nama saya ada waktu BLT tahap I, karena saya ada keluar, waktu itu anak saya yang terima, tetapi pada BLT tahap II nama saya tidak ada”,ujar bapak ini.

Pue lauti salah satu warga desa korowou

Keluhan warga desa korowou terhadap kepemimpinan kades ini sudah sering mereka adukan, bahkan warga minta kepada wakil ketua BPD, (karna ketua BPD telah meninggal dunia, dan belum ada pengganti) agar pemdes mengumumkan secara terbuka semua nama nama penerima bantuan, namun nama nama tersebut ada indikasi sengaja tidak diperlihatkan. Bahkan di salah satu dusun, BLT yang harusnya diterima warga langsung, tetapi metode nya dititip melalui kepala dusun yang membagikan, hal ini tentu menaruh curiga.

Tidak hanya pada pembagian BLT kades diduga memainkan data, masyarakat yang mendapat Bantuan program keluarga harapan (PKH), semenjak covid, dapat lagi bantuan tambahan bantuan pangan non tunai (BPNT), tapi ketika masyarakat yang memegang kartu pergi mengambil bantuan, disebutkan bahwa bantuannya tidak ada.

Bahkan Kades Erman Tamalanga, juga diduga bermasalah dengan penggunaan dana desa ditahun 2018, dan tahun 2019. Salah satu warga menceritakan, bahwa dirinya disodori kwitansi untuk tanda tangan biaya memaras, padahal sama sekali warga tersebut tidak melakukan pekerjaan itu.

Saat kami mencoba melakukan konfirmasi, lewat telpon Kades erman tidak merespon, sementara pesan whatshap terkirim dibaca tetapi tidak direspon. Sekretaris desa korowou sendiri enggan berkomentar saat media ini menanyakan kebenaran laporan tersebut.
“ketemu langsung saya kalau mo konfirmasi nanti di jelaskan”,tulis sekdes.

Camat Lembo Kries Dahlia Dewanto, SSTP. MSi yang kami konfirmasi, mengaku terkejut dan langsung menghubungi kades dan Sekdes namun belum direspon.

“belum terkonfirmasi pak…kami hubungi via telpon sama sekdes…belum direspon”,tulis Camat dalam pesan whatshap.

Ulah oknum kades ini, sangat potensial terjadi didesa, apalagi jika terkait dengan pengelolaan dana badan usaha milik desa (bumdes), yang disinyalir bermasalah dibeberapa desa, dan tidak pernah diperiksa oleh inspektorat ditahun sebelumnya.

 

HEANDLY MANGKALI

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close