MOROWALI

Halangi Tambang Legal, Warga Morowali Ditangkap Bawa Sabu

Halangi Tambang Legal, Warga Morowali Ditangkap Bawa Sabu

BERITA MORUT, MOROWALI- Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Morowali menangkap seorang warga Desa Moahino lantaran sering melakukan aksi pemalangan aktivitas tambang nikel di Desa Ungkaya Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali.

Kapolres Morowali melalui juru bicara AKP Nasaruddin mengatakan, setelah mendapat laporan terkait pemalanganan aktivitas tambang nikel legal di Witaponda, pihaknya langsung melakukan penyelidikan mengenai masalah tersebut.

“Kami mendapat laporan terkait menghalang-halangi aktivitas tambang legal di Desa Ungkaya, kemudian diterbitkan surat penggilan kepada yang bersangkuntan BP untuk dimintai keterangan. Namun yang bersangkutan tidak mengindakan panggilan ini hingga yang ketiga, kami putuskan langsung menjemput dia di kediamannya” ujarnya Minggu (17/5/2020).

Penangkapan terhadap BP sendiri dilakukan pada dua pekan lalu setelah dilaporkan pihak
PT Surya Makmur Kontruksi kontraktor PT Mitra Karya Agung Lestari akibat sering menyusahkan perusahaan nikel itu melakukan pemalangan jalan houling secara sepihak.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat Pasal 162 Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) karena menghalangi aktivitas perusahaan tambang yang memiliki izin usaha pertambangan (IUP) dan terancam dipidana paling lama satu tahun kurungan atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

DITANGKAP BAWAH SABU

Kabag OPS Polres Morowali ini menuturkan dalam proses penangkapan BP tersebut, hal tak terduga terjadi, dimana pelaku ternyata mengantongi narkotika jenis sabu sehingga dia terjerat pasal berlapis dengan pemberatan yang berbeda.

“Pada saat pengakapan ini petugas merasa curiga dengan geliat pelaku, sehingga dilakukan penggeledahan terhadap dia, dari penggeledahan ini ditemukan sabu dari tangan pelaku, sehingga dia bukan hanya terjerat uu minerba tetapi juga terkait kasus Narkotika” jelasnya.

Mantan Kapolsek Bahodopi ini mengatakan saat ini pelaku masih di tahan akibat perbuatannya melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika Golongan I, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Secara terpisah HSE PT Surya Makmur Kontruksi Iwan Abraham Batubara mengatakan pihaknya membenarkan telah melaporkan seorang warga Desa Moahino akibat sering memalang jalan houling ditempat kerjanya, pemalangan ini dilakukan BP secara sepihak.

“Padahal kami sudah berbaik hati kepada beliau tersebut, permitaannya kami penuhi memasukan kendaraan roda enam jenis truck sebagai alat penyiram jalan houling dengan bayaran perbulan Rp17 juta” ungkapnya.

Namun BP tidak merasa puas dengan kesepakatan ini sehingga dia nekat menghalangi aktivitas perusahaan nikel itu. “Kadang satu hari, kadang satu malam dipalang. Kami rugi banyak kalau satu hari tidak beraktivitas, karenanya kami melaporkan kejadian ini dan berharap tetap di proses hukum” tukasnya.

 

VAN/HEND

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close