oleh

GURU SDN LEMO SEJAK TAHUN LALU TIDAK MENGAJAR DIDUGA TETAP TERIMA GAJI

BERITAMORUT.COM- Guru SDN Lemo Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara (Morut), sudah tidak mengajar sejak tahun lalu diduga masih tetap terima gaji.

Hal tersebut disampaikan beberapa guru lain seangkatannya, yang tidak bersedia disebutkan namanya, jika seorang guru di SDN Lemo, atas nama yunus sejak akhir tahun 2019, pulang kampung ke toraja untuk Natal dan Tahun baru dengan keluarganya, dan tidak lagi kembali ditempat tugasnya, sementara gajinya diduga masih terbayarkan.

Berita Morut melakukan konfirmasi kepada koordinator wilayah, dulu dikenal dengan Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Bungku Utara Bakri Sondeng melalui sambungan telpon, disampaikan, ” iya benar, guru atas nama yunus ini sudah tidak mengajar, sejak desember dia pulang ke toraja, katanya dari beberapa teman karna istrinya seorang pendeta dan tugas disana, jadi yunus pun sudah tidak akan pulang, Kepala Sekolah SDN Lemo kabarnya sudah melaporkan itu ke Dinas Pendidikan,” urai Bakri

Ketika ditanya apakah benar informasi tetap menerima gaji, bakri menambahkan bahwa gaji ASN disini dibayarkan lewat rekening, bukan tunai jadi tidak ada wewenang kami, itu di Kabupaten”, ujarnya. Dan sejumlah pihak terkait mengatakan, belum ada sanksi apapun terhadap oknum guru tersebut dari Pemerintah Daerah. Harusnya sikap tegas, bahkan bisa jadi berujung pada pemecatan, bisa dilakukan sepanjang jelas sekali ada pelanggaran. Dan APBD Kabupaten Morut sendiri, begitu besar terserap untuk pembayaran TPP pegawai.

Sementara Kepala Sekolah SD Lemo Yusramon yang coba kami konfirmasi lewat sambungan telpon, susah tersambung karna kondisi jaringan telpon Di Lemo.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Morut H.Djira K. S.pd. Mpd hari ini 5 April 2020 yang kami konfirmasi baru mengetahui informasi tersebut, dan mengatakan, “Seharusnya tidak boleh terjadi, trima kasih atas infonya untuk ditindaklanjuti”, Ujarnya.

Kadis Pendidikan menambahkan, pembayaran gaji berdasar laporan kehadiran dari kepala sekolah masing-masing, kalau benar itu terjadi berarti kami kecolongan, harus segera ditangani.

Kami mencoba berkoordinasi dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Morut Atra, melalui sambungan telpon, tetapi belum tersambung.

Saat ini Kabupaten Morowali Utara focus menghadapi pendemi Covid-19, kegiatan pembelajaran diliburkan mengikuti Keputusan Pemerintah, sejumlah anggaran bahkan akan difocuskan pada upaya penanganan virus corona, sehingga peran semua sektor termasuk pendidikan menjadi penting untuk bisa melewati wabah yang terjadi.

 

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed