BERITA MORUT

Dokter Penanggung Jawab Covid-19 RSUD Kolonodale (Kodal) Lambat Gerakan

Dokter Penanggung Jawab Covid-19 RSUD Kolonodale (Kodal) Lambat Gerakan

Beritamorut.com- Senin 23 maret 2020, berita morut mendapatkan informasi ada pasien masuk di RS Kodal dengan status orang dalam pemantauan (ODP).

dr. Daniel Winarto, M.Biomed, SpPD sebagai penanggung jawab covid-19 yang kami konfirmasi lewat sambungan telpon dan percakapan whatshap membenarkan, ” iya ada 2 pasien ODP masuk, kita lakukan terapis, kita berikan edukasi sesuai protokoler kemenkes, dan di isolasi dirumah”, kata dokter daniel

Pasien yang statusnya ODP melalui hasil screening, dapat diisolasi dirumah dan akan dipantau oleh Dinas Kesehatan. Dimorowali Utara sendiri telah dibentuk satgas penanganan covid-19. Kadis kesehatan Delnan Lauende mengatakan, “Kewajiban RS melaporkan ke Dinkes, data covid-19 morut, yang resmi adalah yang dikeluarkan satgas melalui dinkes”, dan data ODP hari ini 1 pasien. Pasien yang 1 statusnya PDP”, kata kadis.

Dokter Made Pujawan sendiri, saat kami konfirmasi sebagai Direktur RS Kodal belum menerima laporan. ” tidak ada laporan sama saya pak, karna sampai saat ini baru 1 pasien PDP yang kami rawat”, kata dokter made.

Penanggung jawab covid-19 dokter daniel beralasan, sudah saya instruksikan untuk dilaporkan dan sedang diproses, sementara menurutnya pelaporan itu dapat melalui sambungan whatshap.

Jika gaya penanggung jawab covid-19 melaksanakan tugasnya seperti ini, ditengah upaya Pemda memaksimalkan pencegahan, dan DPRD mensupport pengalokasian dana untuk pencegahan covid-19, seperti yang pernah disampaikan anggota DPRD Partai Nasdem Idham Ibrahim saat memantau langsung. Maka perlu di evaluasi, mengapa dokter yang diberi tanggung jawab lambat gerakan,??

Ini menggambarkan, ketidakseriusan dan setengah setengah dalam melaksanakan tugas mencegah wabah yang mendunia ini.

Kadis kesehatan berjanji besok 24 maret 2020, akan memerintahkan segera dilakukan rapat tim RS dan tim satgas. Dinas kesehatan sendiri dan seluruh jajaran PKM memaksimalkan, upaya pencegahan covid-19. Namun semua itu akan mubazir jika tidak bisa satu komando menanganinya.

 

Hend

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close