MOROWALI

Laut Morowali Terindikasi Tercemar Logam Berat

Beritamorut.com, Palu- APL Morowali yang kemarin (12/3) melakukan aksi di Gedung DPRD Propinsi Sulawesi Tengah, mendesak agar anggota DPRD yang sedang melakukan rapat keluar ruangan dan menemui mereka, masa aksi yang memaksa bertemu anggota DPRD ini menjelaskan bahwa ada bencana yang terjadi didepan mata, Direktur Jatam Sulteng Mohamad Taufik dalam orasinya mengatakan, “hasil penelitian kawan kawan dari universitas samratulangi, laut Morowali terindikasi tercemar logam berat, tapi kalian masih rapat di Gedung DPRD ini,” kata Taufik.

Perlu kita ketahui bersama bahwa di Kabupaten Morowali, terdapat 3 perusahaan yang sudah dan tengah meminta rekomendasi pemanfaatan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi di antaranya, PT. QMB New Energy Material, PT. Sulawesi Cahaya Mineral dan PT. Huayue Nickel Cobalt.

Untuk PT. Sulawesi Cahaya Mineral sendiri merupakan proyek strategis nasional yang telah mendapatkan legitimasi untuk aktivitas pembuangan pembuangan tailing bawah laut ini, melalui Surat Direktorat Jenderal Pengelolan Laut KKP No. B.225/DJPRL/III/2019 pada 1 Maret 2019 perihal Arahan Pemanfaatn Ruang Laut. Proyek pembuangan limbah tailing yang di rencanakan ini, tentu kembali memberikan catatan buruk bagi keberlangsungan ekologi di kabupaten morowali. Yang kita ketahui bersama wilayah daratannya sampai hari ini sudah diberikan puluhan konsesi–konsesi izin tambang.

Rencana Proyek pembuangan limbah tailing ini, jelas menambah penghancuran di wilayah Kabupaten Morowali khususnya di wilayah laut, yang mengancam keberlangsungan ekosistem mangrove, padang lamun, terumbu karang, dan sumber daya perikanan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai sumber pangan dan penghidupan. Potensi ancaman yang besar berikutnya adalah kesehatan masyarkat, baik karena terpapar secara langsung akibat beraktivitas di laut, maupun terpapar secara tidak langsung mengkomsumsi pangan laut.

Lebih jauh, proyek ini akan memberikan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat pesisir, khususnya nelayan skala kecil atau nelayan tradisional yang hidupnya sangat bergantung kepada sumber daya kelautan dan perikanan di perairan setempat, setidaknya terdapat lebih ribuan keluarga nelayan perikanan tangkap di morowali yang akan berdampak pada proyek ini.

Maka dari itu para aktivis yang tergabung dalam Aliansi Peduli Laut Morowali dengan ini menyatakan:

1. Menolak Rencana Pembuangan Limbah Tailing Ke laut Morowali .

2. Mendesak Gubernur Sulawesi Tengah untuk tidak mengeluarkan izin pembuangan limbah tailing ke laut untuk ke tiga perusahaan tersebut.

 

Redaksi

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close